“Saya sampaikan, tetap kita jaga soliditas tentunya hal itu untuk netralitas TNI. Kuncinya dua, soliditas dan netralitas yang terus kita jaga,” kata Hadi di rumah dinasnya, Kompleks TNI AU, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

Hadi menuturkan, setelah nantinya dilantik secara resmi menjadi Panglima TNI, dirinya akan menyiapkan susunan rencana strategis untuk melakukan pengembangan kekuatan serta pembinaan kemampuan kepada jajaran TNI.

Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Jenderal Gatot Nurmantyo
(Gunawan Wibisono/JawaPos.com)

“Semua kita akan sinkronasi, terkait rencana pembangunan nasional,” ungkap Hadi.

Ketika ditanya terkait tahun politik pada masa kepemimpinannya nanti. Hadi menjawab soliditas dan netralitas TNI akan difokuskan pada agenda politik di Indonesia.

“Kuncinya yang penting netralitas dan soliditas tetap kita jaga,” jelas Hadi.

Hal senada pun diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin yang meminta jajaran TNI untuk tetap menjaga netralitasnya. “Itu tuntutan kita semua, semua fraksi meminta netralitas,” ungkap Hasan.

Bukan hanya itu, Hasan meminta kepada calon Panglima TNI selanjutnya untuk dapat menyelesaikan tugas yang belum di selesaikan. “Seperti halnya, pembangunan minumum esensial post, yang kedua misalnya sinergi masalah doktrin TNI AD, TNI AL dan TNI AU harus benar-benar menjadi satu, serta terintegrasi di dalam sistem komunikasi yang bagus,” ujar Hasan.

Lebih lanjut, politisi PDIP ini meminta kepada Panglima TNI berikutnya agar dapat meningkatkan disiplin serta profesionalisme di jajaran prajurit TNI. “Banyak yang harus diselesaikan oleh Panglima TNI berikutnya,” tandas Hasan.


(rdw/JPC)