Komunitas Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) Malang meneruskan tradisi dalam merawat keberagaman. Pada minggu malam (24/12), puluhan pemuda mendatangi sejumlah gereja di Kota Malang untuk bersilaturahmi dan mengucapkan selamat Hari Natal.

MALANG – Komunitas Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) Malang meneruskan tradisi dalam merawat keberagaman. Pada minggu malam (24/12), puluhan pemuda mendatangi sejumlah gereja di Kota Malang untuk bersilaturahmi dan mengucapkan selamat Hari Natal.

Agenda safari natal ini sudah yang keempat kali dilakukan oleh Gusdurian di Kota Malang. Kegiatan ini sudah dimulai sejak tahun 2004 yang lalu. Menurut Kordinator Garuda Malang Ilmi Najib, safari damai ini digelar untuk memastikan kalau Kota Malang selalu cinta damai dan mengedepankan persatuan.”Kami, terutama mayoritas yang berada di negeri ini harus membangun tali persaudaraan,” kata Ilmi dalam keterangan tertulisnya.

Dalam safari damai tersebut, anggota Gusdurian dibagi kedalam tiga kelompok. Tiga kelompok tersebut mendatangi sejumlah gereja yang berbeda-beda. Ada tiga gereja yang didatangi yakni Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan, GPIB Manuel, dan GKJW Sukun.

Ilmi Najib menambahkan, di Indonesia sikap intoleransi belum sepenuhnya habis. Salah satunya yang menjadi momok adalah kasus persekusi.”Dan saya yakin, kegiatan semacam ini efektif dalam membangun ikatan persaudaraan,” katanya.

”Kita akan rutin seperti, tidak hanya kepada umat kristiani, tapi juga umat agama lain,” imbuh pria yang juga anggota komunitas Gubuk Tulis ini.

Sementara itu, Romo Yosef Devanto O.carm dari Gereja Hati Kudus Yesus Kayutangan mengapresiasi kegiatan yang digelar para pemuda ini.”Kegiatan ini saya harap bisa dicontoh di seluruh Indonesia, karena toleransi itu bisa dilakukan dengan bergerak, tidak hanya kata-kata,” pungkasnya. (riq)