Kisah percintaan Markonah, 25, dan Markucel, 30, bak di sirkuit rally, penuh kelokan. Kadang mulus tanpa masalah, tapi juga terkadang berkelok penuh problem.

Padahal, mereka baru saja jadian sekitar delapan bulan yang lalu. Seharusnya mereka masih hangat-hangatnya memadu kasih. Namun, sekitar satu bulan ini hubungan mereka mulai penuh ketegangan. Lantaran, Markonah selalu menuntut Markucel untuk bertanggung jawab. Lho kok bisa?

Ya, Markonah setiap hari meminta Markucel menemui orang tuanya. Warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu kini sedang terserang DBD (bodi berbadan dua). Hal itu karena Markonah dan Markucel sering main API (aksi penuh intim) di kamar saat berduaan dan gelap-gelapan. Akibatnya, kini Markonah hamil empat bulan.

Namun, Markucel selalu memiliki banyak alasan untuk menikahi Markonah. Mulai dari belum memiliki pekerjaan hingga tak siap memiliki anak. Tak mau mendengar alasan Markucel, Markonah melaporkan sikap pacarnya itu kepada orang tuanya. Bak disambar petir di siang bolong, orang tua Markonah pun langsung bertindak dan meminta Markucel menikahi anaknya. Karena telanjur malu kepada tetangga di kampungnya, Markucel akhirnya menikahi Markonah dengan berat hati. Makanya jangan suka main-main API…

Pewarta: Rino Hayyu
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Grafis: Andhi Wira