MALANG KOTA – Jumat malam (10/11), kawasan Jalan Borobudur ricuh. Itu karena segerombolan orang yang diduga sebagai juru parkir (jukir) di kawasan tersebut bentrok. Bahkan terjadi saksi saling bacok.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang Kota yang kebetulan melintasi kawasan tersebut saat patroli terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan bentrokan. ”Sempat kejar-kejaran juga sesama orang yang bentrok itu,” ujar Ngadi, 45 pegawai bengkel di sekitar lokasi yang mengetahui bentrokan tersebut.

Ngadi menceritakan, bentrokan itu terhenti setelah polisi datang. Sedangkan dua orang yang terluka akibat sabetan senjata tajam (sajam) langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). ”Tidak tahu berapa orang dibawa. Saya tahunya dua motor diangkut polisi,” imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyatakan, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat bentrokan. Mereka adalah IR, 46, warga Kebalen Wetan, Kecamatan Kedungkandang, dan JH, 46, warga Kecamatan Sukun. Keduanya merupakan jukir di kawasan tersebut yang terlibat perkelahian dengan sajam. ”Ada sekitar lima orang terlibat (bentrokan). Kami masih dalami,” tegasnya.

Ambuka menceritakan, saat itu pasukannya tengah melakukan patroli rutin. Saat melintasi tempat kejadian perkara (TKP), pasukannya melihat bentrokan. ”Mengetahui ada kekacauan, kami lakukan tindakan berupa tembakan peringatan,” tuturnya. ”Dua orang terluka. Mereka diamankan,” tambah perwira dengan pangkat tiga balok di pundaknya itu.

Polisi kemudian membawa dua orang yang terluka ke RSSA untuk dilakukan penanganan medis. IR mendapatkan luka bacok di tangan kanannya, sementara JH menderita luka sabitan di kuping kanannya.

Dari TKP polisi menemukan tiga pecahan botol minuman keras yang diamankan beserta dua barang bukti berupa pisau dapur. Dari hasil penyelidikan sementara, diduga bentrokan itu akibat pengaruh alkohol.

Mulanya, gerombolan itu minum bersama. Karena lapar, usai minum mereka menuju warung makan di sekitar lokasi. Saat melintasi ruko di area lokasi, gerombolan itu iseng menghalang-halangi mobil yang hendak parkir. ”Saat itulah kemudian JH dan IR cekcok karena alasan yang belum jelas,” kata mantan kepala Satreskoba Polres Banyuwangi itu.

JH menyerang IR dengan pisau hingga tangan kanan IR terluka. Tidak terima dengan perbuatan JH dan kelompoknya, IR mengambil pisau dapur di tempat parkirnya, kemudian membalas JH dengan menyabet telinga JH. (jaf/c1/dan)