Kalem dan tenang, itulah pembawaan dari siswa kelas 9 asal Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang saat ditemui Jawa Pos Radar Malang Senin lalu (11/9). Namun, di balik perangainya yang kalem itu, tersimpan prestasi yang membanggakan. Siswa berusia 15 tahun tersebut berhasil meraih medali emas di olimpiade tingkat nasional. Bahkan, karena prestasinya itu, dia menjadi satu-satunya siswa asal Malang yang bakal mewakili Indonesia pada olimpiade internasional di Arnhem, Belanda.

Perjuangannya untuk bisa mewakili Indonesia pastinya membutuhkan proses panjang. Meski sebelumnya telah sukses meraih emas di ajang OSN, dia tidak otomatis lolos menjadi wakil Indonesia di International Junior Science Olympiad (IJSO), olimpiade sains internasional tingkat SMP, 3–11 Desember mendatang. ”Ada training center (TC), pemusatan latihannya dulu,” ungkap Lugas, sapaan akrabnya.

Bahkan, dari total 3 kali tahapan TC itu, banyak siswa yang harus gugur ke tahapan berikutnya. ”Dari 30 siswa, sekarang tinggal 6 anak,” imbuh Lugas. Saat TC pun tidak bisa dilalui dengan mudah. ”Saya setiap hari latihan dan diberikan materi secara terus-menerus,” imbuhnya.

Terlebih, latihan itu dimulai sejak pagi pukul 06.45 hingga 16.00. ”Bahkan terkadang sampai magrib juga,” imbuh alumnus TK Balita Centre Lumajang itu.

Jika pada TC I dan TC II pada Juli hingga Agustus lalu dilaksanakan di Kota Bandung, pada TC III 18 Oktober nanti dilaksanakan di Kota Depok. ”Pengajar-pengajarnya adalah dosen dari ITB dan UI,” bebernya. Dia menceritakan, para peserta yang mengikuti TC adalah para peraih medali di OSN. Sementara saat Olimpiade Sains Kota (OSK) dan Olimpiade Sains Provinsi (OSP), dia selalu meraih medali emas.

Meski perjuangannya saat olimpiade tingkat kota, provinsi, bahkan nasional, terlihat mulus, ternyata dia punya sebuah kisah kegagalan di balik itu. ”Dulu saat KSM (Kompetisi Sains Madrasah), saya gagal di tingkat kota,” sesal anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Meski begitu, dia bersyukur karena mendapatkan ganti yang lebih baik. ”Kalau KSM cuma berhenti di tingkat nasional, sedangkan ini bisa sampai internasional,” imbuh remaja kelahiran Lumajang tersebut.

Dari kisahnya itu, dia mengambil pelajaran. Setelah usahanya di KSM dirasa tidak maksimal, dia pun seakan tersulut untuk menjadi lebih baik. ”Akhirnya, saya belajar dari kegagalan tersebut dan berusaha lebih baik di OSN,” imbuh alumnus SD Islam Tompokersan, Lumajang ini. Hasilnya pun memuaskan, kini dia disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk berkompetisi dengan remaja-remaja berotak encer dari berbagai negara.

Kiprahnya mengikuti olimpiade ini sejatinya sudah dijalani sejak duduk di bangku kelas 3 SD. ”Awalnya, dulu saya mengikuti olimpiade di bidang matematika,” ujar putra dari pasangan Abdul Hamid dan Tini Lestari ini. Setelah itu, saat kelas 5 SD, dia mengikuti olimpiade bidang matematika di Fakhruddin ar-Razi Competition. Pada saat kelas 6, dia pun fokus untuk menempuh ujian nasional.

Ketika ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, dia harus jauh-jauh hijrah dari Lumajang ke Kota Malang di MTsN 1 Malang. ”Awalnya karena diajak teman,” ungkapnya. Pada saat awal masuk di sekolah yang terletak di Jalan Bandung No 7 Kota Malang itu, dia mengakui adanya hambatan. Setelah dia dikenal sebagai murid yang jago matematika, dia pun diarahkan untuk persiapan kelas olimpiade di bidang fisika.

”Mulanya, saya tidak mau,” ujar bocah berusia 15 tahun itu. Meski awalnya berat, tapi setelah berbicara dengan kedua orang tuanya, dia menerimanya dengan ikhlas. ”Lama-kelamaan saya bisa enjoy,” imbuh siswa yang bercita-cita menjadi dokter itu.

Padahal awalnya, dia bercita-cita bisa berangkat ke luar negeri. Namun, untuk ke luar negeri bakal tercapai dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, dia mengubah cita-citanya, yakni ingin menjadi dokter.

Menanggapi prestasinya yang telah diraih, dia mengungkapkan rasa syukur. Terlebih lagi, dia juga berbangga atas apa yang telah diraihnya. ”Saya senang bisa membanggakan orang tua,” pungkas remaja kelahiran 29 Mei 2002 tersebut. (gg/c3/lid)