Pemkot Batu sepertinya harus konsisten menjalankan program kegiatan sesuai yang direncanakan. Sebab, inkonsistensi pengerjaan program sesuai perencanaanlah yang menjadi penyebab buruknya penilaian terhadap Kota Dingin ini.

KOTA BATU – Tahun 2017 lalu bisa dibilang musim panen wisatawan bagi Kota Batu. Lantaran, dari data Dinas Pariwisata Kota Batu, selama 12 bulan, jumlah wisatawan tercatat menembus angka 4,7 juta orang.

Jumlah ini melampaui target. Sebab, target untuk tahun 2017 adalah 4,2 juta orang. Jumlah tersebut tentunya melebihi tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 misalnya, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 3,95 juta dari target 3,4 juta orang.

Namun, meski jumlah wisatawan selalu melebihi target, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) bisa dikatakan masih rendah. Seperti tahun lalu, diperkirakan jumlah wisman yang datang kurang lebih 18 ribu orang. Berarti, jumlah wisatawan domestik mencapai 4,682 juta orang. Pada 2018, kunjungan wisman ditargetkan bisa meningkat. Berbagai upaya sudah disiapkan untuk menggaet wisman datang ke kota dengan sebutan Litte Swiss atau Swiss Kecil ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono menerangkan, pada 2017 lalu jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu memecahkan rekor. ”Ini jumlah terbanyak. Ini semua karena usaha bersama ya, sehingga para wisatawan itu memilih ke Batu,” kata Imam Suryono kemarin (13/1).

Beragam upaya yang dimaksud, imbuh Imam, adalah promosi. ”Dalam menarik wisatawan itu, promosi sangat penting. Kami ajak local guide, pengelola wisata, dan semuanya untuk gencar melakukan promosi,” kata dia.

Promosi untuk mengenalkan Kota Batu dilakukan dengan berbagai media. Selain itu, lanjut Imam, SDM (sumber daya manusia) juga terus ditingkatkan. Caranya, dengan memberi pelatihan dan pembekalan terkait dunia wisata. ”Kami lakukan pelatihan kepada tour guide, pengelola wisma, vila, dan yang lain,” ujar Imam.

Pelatihan itu untuk memberi tahu bagaimana caranya melayani wisatawan dengan baik. Sehingga, orang yang berkunjung ke Kota Batu jadi betah dan akan datang lagi. ”Itu semua akan kami tingkatkan lagi, termasuk dalam digital tourism dan beberapa langkah yang sudah kami siapkan untuk menarik wisatawan,” kata mantan kepala Satpol PP Kota Batu tersebut.

Imam menegaskan, pekerjaan yang perlu ditingkatkan kali ini adalah bagaimana bisa menjaring wisman. ”Selama ini kan wisman itu lebih senang pantai, sehingga tidak banyak yang ke sini,” ungkapnya.

Namun, bukan berarti tidak ada pasar yang bisa disasar. Salah satunya yang bisa digarap untuk meningkatkan wisman adalah wisatawan dari daerah Timur Tengah. ”Mungkin di tahun ini yang dari Timur Tengah yang akan kami sasar. Logikanya, di sana kan panas. Jadi, bisa jadi mereka ingin ke tempat yang sejuk. Ini yang kami tawarkan,” tandas Imam. (adk/c1/abm)