MALANG KOTA – Musim baru Liga 1 diperkirakan mulai bergulir Februari 2018. Meski masih tiga bulan lagi, pembentukan tim harus dilakukan sesegera mungkin. Termasuk memastikan siapa yang akan menjadi pelatih kepala untuk musim kompetisi mendatang.

Sejauh ini, Joko ”Gethuk” Susilo masih menjadi kandidat terkuat. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, Gethuk masih mendapatkan kepercayaan untuk mengarsiteki Arema FC musim depan.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo memang tidak menampik kabar itu. Tapi, dia juga belum mengiyakan. Hanya, dia menyebut bahwa Gethuk sudah diberi peran dalam pembentukan tim untuk musim depan. ”Gethuk sudah memiliki rengrengan (rancangan) list (daftar) pemain,” kata Ruddy kemarin (12/11).

Rencana perburuan itu bahkan sudah disampaikan Gethuk kepada manajemen. Terutama dalam perekrutan pemain lokal. ”Tipenya Gethuk itu ingin melihat sendiri secara langsung. Kalau hanya lewat video maupun YouTube, dia tidak lega,” ujar Ruddy.

Dari situlah tersirat jika Gethuk memang memiliki peluang paling besar untuk menjadi pelatih kepala Arema FC musim depan. Sebab, jika pemain-pemain yang direkrut semuanya adalah atas rekomendasi Gethuk, sudah seharusnya Gethuk pulalah yang menjadi pelatih kepalanya.

Sementara itu, Gethuk enggan berkomentar banyak soal kemungkinan dirinya masih menjadi pelatih kepala Arema FC untuk musim depan. ”Bismillah,” ujar dia singkat.

Gethuk pun meminta publik bersabar hingga manajemen yang mengumumkan sendiri siapa yang menjadi pelatih kepala Arema FC untuk Liga 1 pada 2018. ”Nanti kalau saya sudah resmi, baru membahas laga musim depan,” pungkas pria kelahiran 9 Desember 1970 tersebut.

Melihat capaian Gethuk bersama Arema FC musim ini, layakkah dia kembali mendapatkan kesempatan? Berdasarkan statistik menunjukkan, Gethuk tidak lebih baik ketimbang Aji Santoso saat menjadi pelatih Arema FC di paro pertama Liga 1 musim ini. Setidaknya itu bila melihat jumlah kemenangan yang diraih Arema FC.

Dalam 17 pertandingan saat dilatih Gethuk, Arema FC meraih enam kemenangan, lima seri, dan enam kekalahan. Bandingkan dengan Aji yang meraih tujuh kemenangan, lima seri, dan lima kekalahan saat menjadi pelatih Arema FC dalam 17 laga di Liga 1.

Tapi bersama Gethuk, Arema FC tampil lebih ofensif. Dalam 17 pertandingan, Arema FC mampu mencetak 28 gol. Bandingkan dengan Arema FC di era Aji yang hanya mampu mencetak 15 gol. Jadi, bagaimana menurut Anda? (gg/c2/muf)