Bunga krisan yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Sabtu kemarin (10/2). Salah satu pengunjung memilih warna bunga krisan yang dijual.

KOTA BATU – Tidak hanya petani sayur mayur yang mengeluh akibat musim hujan tiada henti, penjual bunga krisan juga mengalami penurunan pengiriman, karena bunga mudah busuk.

Intensitas hujan yang sangat tinggi beberapa bulan ini dikeluhkan oleh beberapa penjual bunga yang ada di Kota Batu. Pasalnya selama musim hujan pengiriman bunga mengalami penurunan.

”Biasanya itu dapat mengirim bunga sebanyak 700 pot, tapi musim hujan hanya 600 pot saja,” ujar Karnik penjaga salah stan Surya Bunga di jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo kemarin.

Bunga krisan tertata rapi berjejer diatas meja sepanjang 3 meter dengan dengan warna-warni yang berbeda semakin membuat indah stan Surya Bunga. Bunga krisan yang dia dapatkan selama ini berasal dari Nongkojajar, Pasuruan. Pihaknya mendapatkan kiriman satu minggu dua kali.

“Ya, untuk kiriman bunga masih rutin meskipun musim hujan saat ini jumlahnya yang berkurang,” Karnik.

Selama inistan bunga dengan nama Surya Bunga ini melakukan pemasaran bunga krisan sampai ke beberapa daerah bahkan hingga luar Jawa Timur, seperti Solo, Jogjakarta hingga Semarang. “Kalau bunga datang gitu ya kita langsung kirim, nanti sisa sedikit untuk persediaan pembeli eceran,” ujarnya.

Bunga Krisan dia bandrol mulai dengan harga Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu setiap satu pot. Selain itu pihaknya juga melayani pembeli dengan jumlah eceran, namun dengan harga yang berbeda. “Nggak banyak pembeli yang eceran, kita jual dengan harga Rp 17.500 sampai Rp 22.500,” terang dia.

Selain menjual bunga krisan Surya bunga juga menjual pot bunga ataupun kelengkapan untuk merawan bunga krisan.

Pewarta: Rezza Doa
Penyunting: Aris Syaiful
Foto: Bayu Eka