Bagi seorang atlet, memiliki tubuh atletis adalah keharusan. Itu disadari betul oleh Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan. Karena itu, untuk menjaga postur tubuh ideal, dia harus diet ketat. Menjelang tampil di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open IV Piala Dr (H.C) H. Eddy M. Nalapraya di Bandung Minggu lalu (4/2), dia berhasil menurunkan berat badan 3 kg dalam satu minggu. Hasilnya, tubuhnya menjadi ideal dan di kejuaraan bergengsi tingkat nasional, Asia, dan Eropa itu dia berhasil meraih juara II.

”Motivasi dari keluarga dan teman-teman menumbuhkan tekad untuk bisa menjadi juara. Meski yang saya dapat hanya juara II, tapi saya bersyukur,” ujar mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) ini.

Ya, perjuangan meraih juara bukan hanya latihan keras, tapi diet yang keras pula. Karena jika sampai berat tubuhnya kurang atau kelebihan, maka dia kena diskualifikasi. ”Bisa dikatakan berat badan adalah musuh atlet,” ujar putra dari Agung Setiawan tersebut.

Diet yang dia lakukan sederhana. Membatasi makan dan olahraga rutin pagi dan sore hari. Kalau biasanya makan tiga kali sehari, dia cukup sekali saja. Tentu dengan porsi normal. Sedangkan olahraga tambahan berupa jogging pagi-sore di lapangan UMM. So, dengan melakukan rutin olahraga selama satu minggu, beratnya yang awalnya 61 kg, jelang bertanding tersisa tinggal 58 kg.

Prestasi lain dari Nanda di antaranya, juara I di Kejuaraan Daerah Tapak Suci se-Malang Raya. Dia juga pernah menjadi juara umum  pada Kontingen UMM.

Pewarta : Imarotul Izzah
Penyunting : Abdul Muntholib
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Imarotul Izzah