Jepang Reformasi Toilet Jongkoknya Jadi Bergaya Barat, Ada Apa?

Dengan banyaknya pengunjung asing yang kebingungan tentang bagaimana menggunakan toilet jongkok, Pemerintah Jepang mempromosikan modernisasi toilet menjelang Olimpiade 2020. Modernisasi toilet juga bertujuan untuk menyambut 40 juta pelancong yang masuk ke Jepang sepanjang tahun.

Tempat-tempat wisata utama memiliki sekitar 4.000 toilet umum. Sebuah survei oleh Japan Tourism Agency tahun lalu menunjukkan 58 persen persen sudah bergaya barat dan 42 persen toilet jongkok.

Pemerintah Jepang juga menawarkan subsidi pada tahun fiskal 2017 ke pemerintah daerah untuk merombak toilet Jepang yang sudah kuno. Subsidi digunakan untuk menutup sepertiga dari total biaya yang diperlukan, termasuk biaya untuk memasang tanda dan ilustrasi multibahasa.

Di Nagoya, Walikota Takashi Kawamura pada bulan Juni meluncurkan sebuah rencana untuk mengubah semua toilet bergaya Jepang di taman, stasiun kereta bawah tanah, dan fasilitas umum lainnya di kota. “Saya ingin kota Nagoya memiliki toilet paling keren di dunia,” katanya seperti dilansir Japan Times, Senin, (29/1).

Sekitar setengah toilet umum yang digunakan wisatawan di kota adalah toilet jongkok. Kota yang berpenduduk 2,3 juta jiwa, berencana untuk memprioritaskan toilet di Istana Nagoya.

Di Kyoto sudah melangkah lebih jauh pada tahun 2016 dengan memberikan petunjuk bagaimana menggunakan toilet jongkok Jepang melalui penggunaan stiker dan penjelasan bergambar dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Tiongkok.

Situs web kota ini juga mempubliasikan peta toilet umum yang menunjukkan di mana toilet bergaya Jepang, gaya barat, toilet serbaguna yang dirancang untuk penyandang cacat, orangtua dengan bayi, dan orang lain yang memiliki kebutuhan khusus.


(iml/JPC)