MALANG – Menjelang Tahun Baru Imlek sepertinya tak memengaruhi harga buah naga di pasaran. Sejumlah pedagang malah menyebut harganya cenderung turun dalam sepekan terakhir. Padahal sebelumnya, permintaan buah naga selalu naik jelang perayaan Tahun Baru China.

Abdul Fattah, salah seorang pedagang Pasar Gadang, menyatakan, saat ini permintaan buah naga kurang begitu tinggi.

”Kalau tahun lalu menjelang Imlek, permintaan buah naga tinggi. Sekarang malah cenderung sepi,” bebernya. Bahkan, dalam sepekan terakhir, harga buah naga turun sekitar Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 10 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram untuk buah naga warga merah grade A.

”Yang harganya masih bagus buah naga warna putih, yaitu Rp 15 ribu per kilo,” ujar Rosidi, pedagang buah lainnya. Menurut dia, harga buah naga putih lebih mahal karena sekarang ini susah dicari. Selain berwarna merah dan putih, ada juga buah naga warna kuning, tapi untuk warna ini stoknya kosong.

Sementara Samudi, pedagang lainnya, juga hanya akan menghabiskan stok buah naga yang masih tersisa. ”Saat ini musimnya buah naga sudah mau habis. Mendekati Imlek, orang lebih banyak cari jeruk seperti ponkam, santang, dan lain-lainnya,” tambahnya.

Dia menjelaskan, turunnya harga buah naga juga dipengaruhi melimpahnya hasil panen tahun ini di beberapa daerah.

Buah naga umumnya dibeli warga Tionghoa jelang Imlek sebagai buah pembawa hoki dan keberuntungan. Karena itu, buah tersebut menghiasi altar pemujaan dewa menjelang Imlek.

Pewarta: NR2
Penyunting: Achmad Yani
Copy editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto