Suasana PPDB di SMPN 6 Malang.

MALANG KOTA – Pada semester genap (sekitar Januari 2018) nanti orang tua siswa SMP di Kota Malang bakal sulit bersantai-santai dalam mengawasi buah hati. Baik saat di sekolah maupun di luar sekolah. Lantaran, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang akan menerapkan rapor khusus.

Rapor tersebut diisi oleh orang tua. Isinya adalah kegiatan anaknya di rumah. Praktis, siswa nanti tak hanya mendapatkan rapor dari sekolah, tapi juga dari orang tuanya. ”Kami ingin orang tua juga ikut aktif mendampingi siswa. Karena waktu paling banyak mereka habiskan di luar sekolah,” kata Kadisdik Kota Malang Zubaidah kemarin (13/11).

Dia memaparkan, nantinya orang tua murid tidak hanya sebatas mengurusi komite sekolah yang sebagian besar mengurusi bantuan dari wali murid. ”Nanti konsepnya seperti komite. Tapi, orang tua juga ikut aktif mengawasi anaknya,” ucap mantan sekretaris Disdik Kota Malang ini.

Hanya, dia melanjutkan, orang tua tidak sampai masuk ke ranah kurikulum sekolah. Mereka hanya memantau kegiatan anaknya. Kemudian, hasilnya itu dilaporkan dalam bentuk rapor orang tua atau wali murid. ”Nggak sampai ke kurikulum, cuma mantau anaknya. Tapi ditulis di dalam rapor orang tua,” terangnya.

Lebih lanjut, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya ini sudah memilik landasan hukum. Yaitu, penerapan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 30 dan 127 Tahun 2017 tentang Pendidikan Keluarga. ”Rencananya akan kami terapkan pada semester genap nanti di SMP,” ucap mantan kepala Dinsos Kota Malang ini.

Zubaidah menuturkan, hal ini juga hasil dari Kemendikbud mengumpulkan seluruh kadisdik se-Indonesia di Solo pada 7–9 November lalu. Sehingga, seluruh Indonesia akan menerapkan aturan tersebut.

Meski begitu, untuk sementara Kota Malang hanya akan menerapkannya di beberapa sekolah. Sekolah yang menerapkan aturan tersebut adalah sekolah yang dinilai disdik sudah siap. Rencananya, aturan ini akan diterapkan di sekolah eks RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional).

Di Kota Malang, ada tiga sekolah eks RSBI. Yaitu, SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 5 Malang. ”Nanti. Belum semuanya dulu. Kami cari sekolah yang dinilai siap, seperti eks RSBI,” terang perempuan yang biasa disapa Bunda Ida ini.

Di sisi lain, semester genap diperkirakan dimulai pada Januari 2018. Dengan demikian, disdik memiliki waktu sekitar dua bulan untuk menyosialisasikan aturan ini. ”Dalam waktu dekat, kami juga akan kumpulkan kepala sekolah untuk sosialisasi ini,” paparnya.

Setelah itu, sekolah harus menyosialisasikan kepada wali murid. Sehingga, informasi dan aturan dari pusat ini tersampaikan kepada siswa, guru, dan wali murid. ”Supaya orang tua tidak bingung,” tandas dia.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Daviq Umar

Source link