Muhammad Hazami Setyantama saat mengikuti kompetisi IMOYA di Singapura, 3 September lalu.

MUHAMMAD Hazami Setyantama juga termasuk santri yang bisa menyeimbangkan ilmu agama dengan sains. Selain mendalami ilmu agama, siswa kelas VIII Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) itu juga jago matematika. Itu terlihat dari prestasinya yang berhasil menyabet penghargaan tingkat Asia.

Yakni, juara tiga kompetisi International Mathematics For Young Achievers (IMOYA) di Singapura, 2–3 September lalu.

Hazami berhasil menyingkirkan 300 peserta lainnya dari berbagai negara. Di antaranya, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, dan Singapura. ”Awalnya nyoba-nyoba saja (ikut kompetisi). Gak nyangka bisa lolos, apa lagi sampai menang,” kata pria 13 tahun itu.

Hazami menceritakan, kompetisi terbagi menjadi dua bagian. Pertama, peserta mengerjakan soal matematika secara individu. Kedua, seluruh peserta dijadikan per kelompok untuk memecahkan soal yang disediakan.

”Waktu itu, saya mengerjakan sebaik yang saya bisa,” kata anak pertama dari dua bersaudara itu.

Sebelum melenggang ke tingkat Asia, Hazami menjalani penjaringan dari tingkat lokal, Malang Raya. Lolos dari seleksi di Malang Raya, Hazami maju ke tahap selanjutnya, yakni tingkat Jawa Timur, nasional, lalu mewakili Indonesia di Asia. ”Alhamdulillah bisa maju hingga Singapura,” katanya.

Pewarta: NR8
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Muhammad Hazami