Iseng-iseng berhadiah. Barangkali kalimat itu yang sesuai untuk menggambarkan apa yang dilakukan Lirasati Sadikaningtya. Sebab, mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) ini awalnya hanya iseng mengunggah videonya di Instagram saat menyanyi. Tak disangka, salah satu televisi nasional menghubunginya. Bahkan, Sony Music Indonesia pun tertarik dengan skill vokalnya, lalu mengontrak Lirasati Sadikaningtya.

Pembawaan yang kalem dan penuh aura keceriaan terlihat di wajah Lira–sapaan akrab Lirasati Sadikaningtya– saat Jawa Pos Radar Malang menemuinya pada Minggu (15/10). Mungkin tidak ada yang mengira jika selain jago memainkan alat musik electone, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB ini juga ahli dalam olah vokal (bernyanyi). Lengkingan vokal yang terdengar merdu membuat Lira dikontrak salah satu industri musik raksasa di dunia, Sony Music Entertainment.

Selain Sony Music Entertainment, salah satu stasiun televisi nasional juga menggaet Lira hingga menjadi salah satu penyanyi. Semua itu berawal dari posting-an video di akun Instagram (IG) miliknya, @lirasadika. ”Awalnya saya hanya iseng meng-upload,” tutur gadis kelahiran 10 Januari 1997 tersebut.

Tapi ternyata, keisengannya itu berbuah manis. Sebab, beberapa minggu setelah dia mengunggah video di media sosial IG-nya, Lira dihubungi salah satu televisi nasional. ”Awalnya saya kaget tiba-tiba dihubungi via Instagram,” tutur anak kedua dari dua bersaudara tersebut.

Lira menjelaskan, dia dihubungi melalui komentar di akunnya. Ketika itu, yang menghubunginya adalah salah satu akun IG dari program televisi di TransTV, yaitu Social Media Sensation. ”Kira-kira itu sekitar September 2016,” ucap Lira sembari mengingat momen itu.

Saat dihubungi pihak program di salah satu televisi nasional, dia sempat ragu. ”Awalnya saya takut itu penipuan,” ungkap alumnus SMAN 5 Malang tersebut. Namun setelah itu, dia berusaha mencari kebenarannya. Dia menelusuri akun yang menghubunginya dan memastikan bahwa itu akun ofisial atau resmi.

”Bahkan, pihak keluarga sempat menghubungi teman yang bekerja di sana (stasiun televisi) untuk memastikan bahwa itu bukan penipuan,” ujar Lira. Setelah memastikan semuanya aman, dia memberanikan diri membalas komentar tersebut.

Singkat cerita, Lira berangkat ke Jakarta untuk mengikuti audisi di program televisi tersebut hingga dia dinobatkan sebagai juara Social Media Sensation 2016. Namun, bukan berarti proses dia mengikuti program televisi yang memakan waktu satu bulan tersebut begitu mudah. ”Saya kan kuliah, jadi sempat bimbang,” terangnya.

Dia menambahkan, sempat negosiasi jadwal karena adanya tuntutan kuliah saat mengikuti program itu. ”Akhirnya Jumat sepulang kuliah, saya terbang ke Jakarta,” terang mahasiswi UB angkatan 2015 tersebut. Dia menceritakan, membuat video untuk Social Media Sensation saat malam hari. Selama mengikuti program tersebut, dia sudah tampil sebanyak 4 kali di televisi serta 1 kali penampilan saat ajang grand final Sosial Media Sensation Season 3 pada 2016 lalu.

Beberapa bulan setelah dia menjuarai ajang tersebut, Sony Music Entertainment Indonesia pun menawarinya sebuah kontrak. Kontrak tersebut berisi tawaran kepada Lira untuk launching (peluncuran) lagu single-nya. ”Masih belum tahu nanti memakai lagu sendiri atau tidak,” ungkap gadis berusia 20 tahun tersebut.

Untuk saat ini, dia memang belum pernah menciptakan lagu. Tapi, dia mengungkapkan sering merangkai nada-nada saat memainkan electone. ”Kalau merangkai nada itu sering. Tapi, jika dilakukan sekaligus dengan liriknya, saya belum pernah,” ungkap putri dari pasangan B. Rokyawan dan Roos Asri Ratna Wijaya tersebut.

Meski belum pernah menciptakan lagu, dia mengaku sering mengaransemen ulang lagu-lagu dengan nada kreasinya sendiri. Dia mengaku mencintai dunia musik sejak masih muda. Namun saat itu, dia tidak fokus bernyanyi, tapi belajar instrumen alat musik saja. ”Sejak TK, saya sudah ikut kursus musik,” ungkap alumnus SMPN 8 Malang tersebut.

Dia menceritakan bahwa saat dia berusia 4 tahun, dia tertarik melihat jari-jemari kakaknya memainkan electone. Akhirnya, dia juga menaruh minat pada dunia olah vokal.

Meski demikian, dia tidak ingin membuang ilmu pendidikan yang sedang dijalani. ”Kalau bisa saya ingin menjadi dokter (gigi) dan juga penyanyi,” imbuh Lira sembari tersenyum.

Dia mengungkapkan bahwa musik nantinya bisa menjadi obat ampuh untuk menyingkirkan rasa penat dan bosan di dunia kerja. ”Jadi, dunia musik nanti bisa dipakai untuk refreshing,” pungkas Lira.

Untuk prestasi Lira yang lainnya, sebelum ikut ajang Social Media Sensation, dia juga pernah masuk lima besar di ajang Yamaha Electone Competition se-Indonesia Timur pada 2013. Sedangkan pada 2014, dia menyabet juara I di Yamaha Electone Festival se-Jawa Timur.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati
Fotografer: Lirasati Sadikaningtya