KOTA BATU – Pendistribusian pupuk bersubsidi sesuai sasaran melalui kartu tani (kartani) terus bergulir. Giliran 2.140 petani di Kota Batu mendpatkan paket kartani pada tahap kedua.

Dengan demikian, kini 4.640 petani telah menerima kartu dari program penyaluran pupuk bersubsidi. Sebab, pada tahap pertama sebelumnya sebanyak 1.500 petani telah mendapatkan kartani. Mereka adalah para petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo.

”Mudah-mudahan kartani bisa menjadi terobosan baru untuk menyejahterakan petani, khususnya di Kota Batu,” kata Kepala Dinas Pertanian Sugeng Pramono di Gedung Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, kemarin (6/12).

Dia menyebutkan, pendistribusian kartani juga diikuti dengan penyiapan tenaga agen. Saat ini sudah terdapat 24 agen resmi yang telah disiapkan. ”Agen ini sudah ada di setiap desa di Kota Batu. Kami berharap bantuan ini bisa tepat sasaran,” ungkapnya.

Sugeng menyatakan, transparansi penyaluran dana subsidi melalui sistem perbankan ini meliputi data kebutuhan pupuk. Cara penggunaannya pun mudah. Petani tinggal datang ke agen-agen yang sudah disediakan untuk program kartani. Kemudian tinggal menggesek untuk membeli pupuk. ”Para petani nantinya tak perlu khawatir. Untuk membeli pupuk tinggal gesek saja,” terangnya.

Besaran subsidi yang diberikan tergantung pada luas lahan milik petani. Dia mencontohkan, petani bisa dapat 300 hingga 350 kilogram pupuk urea per hektar. Salah satu petani sayur di Pesanggrahan, Ahmad Sururi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik adanya kartani.

Kartu ini akan memudahkan dia mendapatkan bahan bersubsidi untuk keperluan pertaniannya secara elektronik. ”Saya belum tahu cara pemakaiannya. Namun yang jelas, katanya tinggal gesek saja,” kata bapak dua anak ini.

Petani yang memiliki lahan pertanian sekitar 1.500 meter ini sangat mendukung adanya program ini. Bahkan, dia sangat antusias ketika menerima kartani tersebut. ”Yang penting kesejahteraan petani semakin sejahtera,” ungkap pria yang tergabung dalam Gapoktan Mayangsari Pesanggrahan ini. (nr1/c1/yak)