PONCOKUSUMO – Dibalik ritual adat tahunan Hari Raya Karo yang digelar Rabu siang (13/9), ternyata diikuti oleh 512 kepala keluarga dengan 2 ribu jiwa dan tiga kepercayaan berbeda. Juga dihadiri oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta tak ketinggalan sang maestro tari, Didik Nini Thowok.

Kepala Desa Ngadas Mujianto mengatakan, nilai guyup rukun antar agama sangat dijunjung tinggi dan berlaku bagi semua warga Desa Ngadas. Maka tak heran, upacara Hari Raya Karo tersebut melibatkan agama Islam, Hindu, dan Budha.

“Kita ga memandang agama, apapun agamanya yang tumbuh dan berkembang disini, kita ga melarang orang tersebut. Tetapi harus mengikuti adat dan budaya yang ada disini. Kuncinya ada disitu,” jelas Mujianto kepada Radar Malang Online.

“Tidak ada perbedaan tata cara, bedanya kalao orang punya hajat disini itu hanya yang mampu dan tidak mampu. Yang mampu ya pakek hiburan yang ga mampu ya enggak,” imbuh Mujianto.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto : Firhad Rinaldy