Harga Minyak Dunia Naik, Bagaimana Dampaknya Terhadap Inflasi?

Kenaikan harga minyak tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2014 silam. Kekhawatiran pun muncul terhadap angka inflasi dalam negeri. Apalagi, pemerintah menargetkan inflasi sebesar 3,5 persen pada APBN 2018.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara menilai dampak kenaikan harga minyak justru akan terasa pada postur anggaran yang sudah disusun pemerintah. Disamping itu, anggaran badan usaha yang terdampak oleh kenaikan harga minyak juga ikut terdampak.

Hal ini menegaskan bahwa pergerakan angka inflasi masih bisa dikontrol melalui anggaran yang dikelola pemerintah maupun badan usaha. Sehingga, dampak terhadap inflasi masih bisa dikendalikan.

“Kalau dampak kepada inflasi, perubahan di tingkat internasional itu harus di translate ke dalam dampak domestik. dampak domestiknya itu satu anggaran pemerintah, artinya dia yang absorb,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4).

“Kedua, juga di absorb oleh anggaran BUMN atau badan usaha. Apalagi kalau badan usahanya itu adalah badan usaha yang 100 persen milik pemerintah seperti PLN atau Pertamina. Ketiga adalah konsumen,” sambungnya.

Atas dasar itu, pemerintah selalu mengamati perubahan global yang terus terjadi tanpa bisa diduga. Selanjutnya, dampak-dampak tersebut dipertimbangkan ke dalam penyusunan anggaran yang dibuat oleh pemerintah. Harapannya, risiko yang diakibatkan oleh dampak global bisa diredam dengan baik.

“Kemudian selalu nih mencari kalibrasi berapa besar yang ditanggung anggaran, oleh BUMN dan oleh konsumen,” pungkasnya.


(hap/JPC)