KOTA BATU – Dua pekan lalu, saat musim liburan tiba, harga apel di Kota Batu terjun bebas. Jika biasanya buah yang selama ini menjadi ikon Kota Dingin ini dihargai Rp 15 ribu–Rp 20 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 3 ribu per kilo.

Tidak hanya pedagang, petani juga kelimpungan. Namun, wisatawan cukup senang karena bisa membawa oleh-oleh lebih banyak. Turunnya harga apel disebabkan stok apel yang melimpah. Petani sedang panen raya. Cuaca yang mendukung membuat buah yang kali pertama dibawa penjajah Belanda itu menghasilkan lebih banyak.

Namun, setelah dua minggu lalu, para petani sedikit gelisah karena hasil panennya tidak mendapatkan harga yang bagus. Kini, mereka sedikit lega. Seperti kemarin (13/1), harga apel sudah mulai merangkak naik. Edi Purwanto, salah satu petani apel yang mempunyai lahan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, menjelaskan, sekarang ini harga apel sudah naik.

Untuk apel yang sortir atau kualitas terendah dengan bentuk buah kecil, harganya Rp 6 ribu per kilo. ”Kalau yang besar harganya sudah Rp 20 ribu per kilo, lumayan bagus,” ungkap Edi. Selain harga yang mulai naik, apel miliknya juga mempunyai banyak buah dibandingkan biasanya. Dari kurang lebih 500 pohon, kira-kira bisa mendapatkan 12 ton apel mulai yang kualitas terbaik hingga yang sortir. ”Ya cukup lebat bulan-bulan ini hasilnya,” kata dia sambil tersenyum.

Dari kebun miliknya itu, ditanami dua jenis apel khas Batu, yakni apel anna dan apel manalagi. Keduanya mempunyai harga yang sama. ”Ini nanti langsung dikirim ke Pasar Batu,” ujarnya.

Setelah sampai ke tangan pedagang, nanti apel baru disebarkan ke berbagai daerah. ”Namun, apel yang disortir tetap dijual ke Batu, karena ini untuk bahan membuat keripik buah,” terang pria yang sudah puluhan tahun menjadi petani apel ini.

Selama ini, dia melanjutkan, harga apel memang naik turun. Biasanya saat banyak yang panen, harga akan turun. Namun, setelah stok apel menipis seperti sekarang ini, harganya naik lagi. ”Seperti itu memang, tapi di sini (Desa Tulungrejo) hasilnya masih bagus. Setelah ini nanti (panen) bisa dirompes (digugurkan daunnya), setelah itu empat bulan panen lagi,” tandas Edi. (adk/c2/abm)



  • ninik

    ini yang buat artikel kok bohong banget sih, harga apel sortiran bagus cuma 4000 rupiah per kg dan petani sangat menjerit kelilit hutang dan harga serendah ini tak lain karena meluapnya buah impor dipasaran. tolong tulis artikel dengan benar karena tulisan anda mengenai rakyat yang dirugikan oleh kebijakan elit politik.