KOTA BATU – Gugatan Dewan Pengurus Pusat Organisasi Shiddiqiyah (Orshid) kepada Satpol PP Kota Batu kembali ditolak.

Setelah sebelumnya kalah di tingkat Pengadilan Negeri Malang, kini Orshid kembali kalah di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur di Surabaya.

Putusan tersebut tertuang dalam surat putusan banding dengan nomor 39/Pdt/2017/PT.Sby. yang keluar pada Rabu lalu (17/5). Isinya tidak jauh berbeda dengan yang telah dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Malang. Yaitu, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Malang nomor 50/Pdt.G/2016/PN.Malang.

Selain menguatkan, PT juga menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara, yakni sebesar Rp 150 ribu.

Kuasa hukum Satpol PP Kota Batu Suwito menyatakan keputusan tersebut sudah tepat. Apalagi, hal tersebut melalui proses yang panjang. Bukti-bukti juga sudah dibeber di pengadilan.

Dia menyatakan, perkara ini selanjutnya terserah kepada pihak penggugat. Sebab, penggugat masih memiliki kesempatan untuk kasasi ke Mahkamah Agung (MA). ”Kita siap saja melakukan perlawanan kembali,” jelas mantan wartawan ini.

Perkara ini berawal dari adanya penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Batu di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu, Februari lalu. Saat itu, pihak Satpol PP juga melakukan penyegelan.

Orshid tidak terima dan melayangkan gugatan perdata. Gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Malang melalui kuasa hukum Sumardhan dari kantor hukum Edan Law.
Pihak Satpol PP digugat ganti rugi materiel dan imateriel sebesar Rp 1,091 miliar.

Selain itu, Orshid minta dilakukan penyitaan rumah Kasatpol PP Kota Batu Robiq Yunianto yang berada di Jalan MT Haryono gang IV, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Penyitaan itu sebagai sebuah jaminan.

Secara terpisah, kuasa hukum Orshid Sumardhan menyatakan, pihaknya masih belum bisa menerima putusan dari PT Surabaya. Menurutnya, kalau memang kalah, pihaknya akan melakukan perlawanan melalui kasasi. ”Sekarang masih menunggu klien untuk kepastiannya,” ujar dia. (zuk/c1/yak)