MALANG KOTA – Gelaran MFM (Malang Fashion Movement) di MOG (Mal Olympic Garden) Senin malam (16/4) ditutup dengan karya – karya Aldrie Indrayana. Rancangan avant garde (karya eksperimental) yang diberi tema Childhood Nightmare ini mampu membuat pengunjung MOG tertegun sejenak melihatnya.

Baju – baju yang ditampilkan bernuansa dark. Black Denim dijadikan andalannya. Dengan cutting oversize mulai dari oversize coats, oversize vest, sampai asesoris nya pun juga oversize salah satunya pada tas yang lebih besar dari model yang perform. Selain itu, ia menambahkan untuk asesoris wajah berupa obi yang terbuat dari kayu jenis Medium Density Board (MFD).



Uniknya, obi kayu ini didesain secara khusus menjadi kacamata, atau penutup kepala. “Kenapa kayu, karena unsur nightmare ini mauku ada kesan alam nya,” ujar Aldrie.

Diketahui dalam acara MFM, Aldrè salah satu guest star yang berhasil memikat pengungjung dengan karyanya. Dengan menampilkan baju – baju seperti itu ia ingin menunjukkan kepada masyarakat jika sebagai fashion designer terutama untuk pemula agar mau mencoba melihat sisi lain dari sebuah fashion.

“Semua fashion rata – rata dibuat cantik, di sini saya berbeda. Setiap orang tidak harus terlihat cantik untuk menjadi outstanding. Yang penting orang bisa PD, walaupun bajunya agak nyeleneh ya akan terlihat keren,” papar alumnus The Fashion Institute, Australia itu.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina