SINGOSARI – Warga Singosari memiliki cara sendiri untuk menyamakan visi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seperti yang dilakukan FBM (Forum Beda tapi Mesra).

Berdiri pada 2016, forum beranggotakan 15 komunitas lintas agama, kepercayaan, adat istiadat, dan budaya itu tak hanya bermisikan menjaga kerukunan. Tapi, juga mengembalikan Singosari seperti masa kejayaannya dulu. Tepatnya saat menjadi ibu kota Kerajaan Tumapel. ”Singosari (Singhasari), dulu adalah ibu kota kerajaan besar dengan peradaban yang sudah terbentuk,” terang Kiai Machfudz, koordinator FBM, saat bincang santai di ruang kerja camat Singosari kemarin siang (9/8).

Karena itu, forum ini juga menginginkan Singosari tetap menjadi Singosari. Tidak terkotak-kotak berdasarkan agama dan golongan. Itu pula yang mendasari pihaknya untuk tidak menutup pintu bagi siapa pun. Seperti anggota yang bergabung saat ini. Ada dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Wakhidiyah, Kristen, Katolik, kelompok budayawan, Hindu, hingga kepercayaan. ”Kami ingin menjadi seperti pelangi, tidak pernah bertabrakan antarwarna. Tapi, tetap berjalan beriringan,” tandasnya.

 

 

Penyunting: Neny Fitrin
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: FBM