MALANG – Arema FC tampaknya harus segera menekan tombol panik pada bursa transfer kali ini. Setelah tiga pemainnya hengkang, yakni Adam Alis, Benny Wahyudi, dan Dalmiansyah Matutu, kini giliran Ferry Aman Saragih dan Arif Suyono yang berpamitan.

Kedua pemain tersebut berpamitan melalui akun Instagram mereka masing-masing. Untuk Ferry Aman, dia berterima kasih sudah dua tahun diberi kesempatan bermain di Arema FC, atau sejak 2015 hingga 2017.

Ketika dikonfirmasi, Ferry membenarkan kalau dia sudah pamitan dengan manajemen Arema FC. ”Benar. Sudah resmi pamitan kok. Saya sudah pamit manajemen, pelatih, dan teman-teman di Arema,” ucap Ferry Aman kemarin (6/12).

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa kontraknya bersama Singo Edan sebenarnya masih akan berakhir Februari 2018 mendatang. Namun, Ferry mengaku bahwa pihak manajemen sudah memperbolehkan dia meniti karir di klub selain Arema. ”Dari manajemen tidak ada masalah. Manajemen juga sudah mengizinkan,” imbuh eks pemain Borneo FC itu.

Ketika ditanya ke mana akan berlabuh selanjutnya, Ferry masih enggan menjawabnya. Dia mengaku, hingga saat ini belum ada bayangan tim yang akan dibelanya musim depan. ”Belum ada rencana mau ikut tim mana. Kalau nanti ada, pasti akan saya kasih tahu,” tambahnya.

Sementara itu, Arif Suyono tadi malam (6/12) melalui akun instagramnya mengucapkan terima kasih kepada Aremania atas dukungannya selama kurang lebih sepuluh tahun ini. Jelang penghujung tulisan, dia menyebut kalau dirinya pamit.”Ingat lambang di dada lebih besar dengan nama di belakang,” kata pemain yang akrab disapa keceng ini.

Sedangkan ketika dihubungi tadi malam, yang mengangkat telepon koran ini adalah istrinya. Menurut dia, Arif tidak bisa menerima telepon karena sedang shalat.

Sebelumnya, Dalmiansyah Matutu juga berpamitan menyusul Adam Alis dan Benny Wahyudi yang pindah ke tim lain. Matutu menjelaskan, dia memang ingin menimba pengalaman dan jam terbang di klub lain. Dia berharap di tim yang akan dibelanya musim depan minute play dirinya bisa semakin banyak. ”Saya kurang dapat kesempatan (di Arema FC). Maka saya minta izin dulu untuk bermain di tim lain,” ucap pemain kelahiran Lampung 21 tahun silam itu.

Meski begitu, dia juga mengucapkan bahwa dirinya akan tetap kangen dengan Malang karena warganya yang ramah. ”Tentu akan kangen. Di tempat ini semua baik. Warga, suporter, teman,” papar pemain setinggi 172 sentimeter itu. Hanya, sebagaimana Ferry, Matutu juga tidak menyebut akan ke mana. Dia hanya menyebut kalau akan ke tim di luar Jawa.

Menanggapi hengkangnya Ferry Aman Saragih dan Matutu, Manajer Media Officer Arema FC Sudarmaji mengakui bahwa kedua pemain tersebut memang sudah berkomunikasi dengan manajemen. ”Ferry Aman memang sudah ada diskusi,” ucap Darmaji, sapaan akrabnya.

Meski begitu, tampaknya dia belum berani mengumumukan secara resmi akan kepindahan pemainnya itu dari klubnya itu. ”Tapi, hal itu masih belum ada kepastian, karena dia masih menyisakan kontrak di Arema,” imbuh mantan wartawan itu.

Menanggapi Matutu yang hengkang, manajemen memang menginginkan hal itu agar pemain tersebut lebih berkembang. ”Attitude-nya bagus, dan dia ingin performanya meningkat. Dia perlu menambah minute play-nya,” imbuhnya.

Otomatis, pihak manajemen Arema FC merespons positif keinginan Matutu yang ingin berkembang. ”Manajemen berusaha memahami keinginannya. Namun, dia masih jadi aset Arema karena kontraknya masih tersisa satu tahun. Langkah bijaknya adalah meminjamkan Matutu ke klub lain,” ujarnya.

Darmaji juga menegaskan bahwa hal itu bukanlah inisiatif manajemen, melainkan dari pribadi Matutu sendiri. ”Matutu ingin menambah kesempatan bermain, dan manajemen bijak untuk memberikan solusinya,” tandasnya.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman