MALANG KOTA – Serius tapi santai. Itulah gambaran suasana rapat paguyupan Duta Hijab Radar Malang (DHRM) Senin (12/3). Di hadapan para senior hingga Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Wike Sakdiyah, pemenang sekaligus ketua DHRM 2018 memaparkan pogram kerja setahun ke depan. Tidak sendiri, tentu ia ditemani dengan 19 finalis lainnya.

Dara asal kampus Universitas Negeri Malang (UM) ini menetapkan ada tiga divisi. Yakni Humanisty, Halal Tourism dan Intelegency. Enterpreneurship menjadi salah satu program divisi intelegency dan berbeda dari tahun sebelumnya.

“Ini tentang bagaimana kita memasarkan produk, menetapkan targer pasar, intinya belajar enterpreneur,” ungkap Wike.

Beberapa item cantik nan lucu yang sudah disiapkan antara lain, desain pouchbag, kalender quotes islami, notes, jilbab hingga kaos. Tak hanya itu, bersama Radar Malang mereka juga sudah siap menjadi icon wisata halal bersama Pemkot Kota Malang.

Tujuannya, tak lain untuk mempromosikan dan memperkenalkan tempat wisata dan kuliner Malang. “Ini sebenarnya bersifat moral. Memberikan informasi bagi mereka yang belum tahu mana lokasi yang lengkap dengan mushola atau makanan yang benar-benar sudah bersertifikasi halal” jelasnya.

Diselingi dengan adanya serah terima jabatan dari ketua DHRM 2017, Hepy Mardiana Sari. Kurniawan Muhammad, Direktur Radar Malang mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru. ” Anggap saja anda bisa melakukan lebih dari sebaya anda dan jadikan sebagai ibadah supaya lebih ringan,” ucap Kurniawan.

Ia juga berharap, agar paguyupan ini bisa memupuk kesadaran, kebersamaan dan kepedulian. Tiga hal yang mengasah kepribadian untuk menjadi orang bijak. Begitu juga dengan Wike yang berdoa agar semua agenda terlaksana. “Saya ga mau setelah keluar dari DHRM temen-temen tidak dapat apa-apa” tegasnya.

Pewarta : Feni Yustia
Penyunting : Kholid Amrullah
Fotografer : Feni Yustia