DONOMULYO – Mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) membuktikan sumbangsihnya bagi masyarakat. Melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang digeber rutin dua kali dalam setahun, penyaluran ilmu dilakukan kepada masyarakat. Sebagaimana yang dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 25 beberapa waktu lalu.

Menunjuk lokasi Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, puluhan mahasiswa memilih berbagi ilmu tentang manfaat tanaman porang. Tanaman jenis umbi-umbian ini diklaim memiliki potensi pasar yang bagus. Di beberapa negara, seperti Jepang, porang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan mi. Indonesia yang sejatinya merupakan tempat endemik porang justru belum banyak memanfaatkan tanaman ini.

”Sengaja kami memilih porang karena memang potensinya bagus. Memang ini baru terkenal dalam beberapa tahun terakhir,” terang salah satu anggota kelompok 25, Gorby Zaezari.

Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, menurutnya cocok ditunjuk sebagai sentra pengembangan porang. Dasarnya, karena kontur tanah di sana cukup menunjang. ”Tanaman ini (porang) cocok untuk daerah dengan ketinggian antara 100–700 mdpl (meter di atas permukaan laut). Apalagi, di sini mayoritas punya kebun, itu bisa jadi pilihan masyarakat,” sambung Gorby.

Dia menambahkan kalau nilai jual porang juga cukup bagus meski untuk memanennya dibutuhkan waktu sekitar lima tahun. ”Semakin lama itu, hasilnya semakin bagus, karena dilihat dari beratnya juga. Kalau sampai umur lima tahun, harga per onsnya bisa mencapai Rp 150 ribu,” tutupnya.

Pewarta : Hafis Iqbal
Penyunting : Bayu Mulya
Copy Editor : Arief Rohman
Foto :Gobry Zaezari