KOTA BATU – Keberadaan dokter umum di Kota Batu masih belum ideal. Sebab, Kota Batu hanya memiliki 12 dokter dari 5 puskesmas yang ada. Padahal idealnya, 5 puskesmas itu memiliki 15 dokter.

Artinya, setiap puskesmas seharusnya memiliki 3 dokter. Dengan demikian, Kota Batu masih kekurangan 3 dokter untuk pelayanan kesehatan di tingkat dasar.

Dari jumlah 12 dokter tersebut, 5 di antaranya merangkap menjadi kepala puskesmas. ”Kota Batu memang memerlukan dokter lebih untuk bertugas di puskesmas,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Edi Juniarianto kemarin (18/5).

Oleh sebab itu, Dinkes merasa perlu menambah dokter umum di Kota Batu, sehingga keberadaan dokter di Kota Wisata ini menjadi ideal.

Hal tersebut semakin mendesak seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke puskesmas dengan adanya pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan atau kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Edi menerangkan, dari 5 puskesmas dengan 12 dokter tersebut, hanya 3 puskesmas yang memiliki 3 dokter. Antara lain puskesmas Beji, puskesmas Batu, dan puskesmas Bumiaji.

Sementara dua puskesmas yang berisi 2 dokter, yakni puskesmas Junrejo dan puskesmas Sisir. ”Di semua puskesmas ini, para dokter merangkap menjadi kepala puskesmas,” ungkap dia.

Terkait dokter yang menjabatan kepala puskesmas, jika mengacu pada peraturan pemerintah, Edi menyatakan tidak ada masalah. Nah, dengan merangkap menjadi kepala puskesmas, diharapkan para dokter itu dapat berperan fungsional, yakni bisa menjadi dokter kapan pun dibutuhkan.

Sebelumnya, kepala puskesmas hanya jabatan struktural. Yakni, hanya bertugas untuk pembenahan manajamen layanan dasar kesehatan tingkat pertama (puskesmas).

Peran fungsional dokter di 5 puskesmas tersebut juga difungsikan untuk memenuhi syarat pelayanan JKN. Apalagi, pada 2019 nanti semua warga Indonesia harus memiliki jaminan kesehatan sebagai standar Universal Health Coverage.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Ahmad Yahya