Di Unikama Malang Gus Mus Bilang, Yang Merusak Negeri Ini Berarti Gila

MALANG KOTA – Di hadapan seluruh sivitas akademika Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), Gus Mus menjelaskan bagaimana kunci untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebersamaan.

Lelaki berusia lebih dari 70 tahun ini mengatakan, untuk memiliki jiwa nasionalisme tidak harus dengan pendidikan tinggi. “Saya orang kampung, berpendidikan tidak lebih tinggi dari menteri kelautan. Tapi ibu saya mengajarkan, Indonesia ini rumahmu, di mana kamu dilahirkan, tempat kamu bersujud kepada Tuhan, di mana kamu akan dikebumikan,” ujar Gus Mus.

Selain itu, mensyukuri juga sebagai kunci menjaga pikiran dan akal untuk menjaga setiap anugerah Allah termasuk negeri ini. “Jika ada yang mengacau dan merusak pasti dia gila, tidak bersyukur diberi rumah Indonesia,” tegasnya.

Oleh karenanya, menjadi generasi yang mau belajar, mau peduli dan mau bertemu dengan sesama adalah yang harus dilakukan. Aktivitas kidz zaman now yang hanya berinteraksi lewat sosmed menjadi fenomena yang harus diubah.

“Yang biasa main sosmed, seringlah kopdar!” ujar pria yang memiliki nama lengkap KH Mustofa Bisri dalam acara dialog kebangsaan “Merajut Kebersamaan Dalam Kebhinekaan” Selasa pagi (13/3) di Universitas Kanjuruhan Malang tersebut.
Di sisi lain, cara penyampaian yang santai dan ramah, ditanggapi dengan sangat antusias oleh para tamu undangan yang mayoritas mahasiswa.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia