MALANG KOTA – Saat ini banyak faktor eksternal yang menjadi tantangan bagi akuntan publik. Salah satunya adalah diberlakukannya liberalisasi jasa akuntansi di ASEAN (MEA) dan peningkatan kompleksitas pelaporan keuangan. Hal ini mendorong semakin berkembangnya jasa akuntan publik, termasuk di Indonesia.

Menurut I Gede Auditta Sudarma SE MSA AK, general manager Kantor Akuntan Publik (KAP) Made Sudarma, Thomas & Dewi (MTD), memasuki era digital, akuntan publik harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Khususnya sistem keamanan informasi terkait aset-aset yang kritis dari kliennya.



”Akuntan profesional dalam era digital adalah sebagai pengambil keputusan dan bertanggung jawab dalam pelaporan keuangan yang baik dan cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi,” terang dia dalam kuliah tamu yang diadakan Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis (HIMA FEB) Universitas Merdeka (Unmer) Malang kemarin (13/1).

Senada dengan hal tersebut, Renald Suganda SE MSi, dekan FEB Universitas Ma Chung menambahkan bahwa akuntan harus memiliki kemampuan analisis yang cermat dan tepat karena keputusan tersebut sangat mempengaruhi pasar. Pada era digital, tentunya makin mudah melihat proses bisnis di perusahaan dari awal hingga akhir.

Smeentara, Febrianto SE AK, alumni FEB Unmer Malang yang sukses meniti karir sebagai auditor, memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang profesi akuntan publik. Dia juga membagikan tip untuk terjun di bidang akuntan.

Tidak hanya kuliah tamu, kegiatan kali ini juga jadi momen peresmian kantor magang mahasiswa hasil kerja sama FEB Unmer Malang dengan KAP MTD. Ketua Program Studi Akuntansi Unmer Malang Retna Safriliana SE MSi AK menerangkan, dia ingin mahasiswa akuntansi bisa merasakan proses audit secara profesional sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja. (im/c1/lid)