KOTA BATU – Masih adanya sejumlah desa yang belum mencairkan dana desa (DD) menjadi perhatian serius Pemkot (Pemerintah Kota) Batu. Sebab, hal itu menyangkut pelaksanaan pembangunan yang akan dilakukan di desa. Belum optimalnya pencairan diharapkan tak terulang lagi.

Hal itu terungkap dalam pengarahan terkait DD di gedung Graha Pancasila Balai Among Tani Kota Batu kemarin (15/5). Para kepala desa, sekretaris desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), dan LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) ikut hadir dalam pertemuan tersebut. ”Pertemuan ini digelar agar pemanfaatan dana desa untuk program pembangunan desa bisa optimal,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Abu Sufyan kemarin.

Dia menyatakan, dana desa (DD) untuk Kota Batu tahun 2018 sebesar Rp 73 miliar. Rata-rata setiap desa mendapat ploting anggaran sekitar Rp 3 miliar. Namun, ada juga desa yang mendapatkan jatah paling banyak, yakni sebesar Rp 5 miliar. Sayangnya, anggaran yang disalurkan ke desa tersebut masih ada yang tidak diserap dengan baik. ”Berharap kepada perangkat desa agar memaksimalkan dana desa dengan baik. Lakukan program yang bisa membuat desanya makin berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengungkapkan, pihaknya tidak ingin pemerintah desa berlama-lama dalam menyerap DD. Sebab, jika penyerapan melewati batas waktu yang ditetapkan, hal itu bisa membuat Pemkot Kota Batu dapat penalti. ”Jika terjadi keterlambatan penyaluran, tentu yang disemprit Pemkot Batu,” terang Dewanti.

Karena itu, Dewanti meminta minggu depan DD tahap pertama sudah disalurkan semua. Karena sampai saat ini, sebagian DD yang sudah menjadi hak desa belum bisa dicairkan karena desa masih terkendala persyaratan. ”Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” tegasnya.

Dewanti melanjutkan, masing-masing desa sudah memiliki perencanaan matang terkait pembangunan yang akan dilakukan. ”Karena itu, pemerintah desa harus bisa menjalankan program yang dibiayai DD berjalan sesuai rencana,” kata dia.

Tak hanya itu, Dewanti juga mewanti-wanti telatnya pencairan DD tahap pertama tahun ini tak terjadi lagi tahun depan. ”Saya berharap di akhir tahun 2018 perencanaan atau program tahun 2019 harus sudah tuntas,” ungkapnya.

Selain itu, dalam perencanaannya juga bisa dibuatkan time schedule mengenai program-program yang akan dilakukan. Sehingga, penyaluran dana desa dapat berjalan dengan baik. ”Agar program yang dilaksanakan langsung memberi dampak kepada masyarakat,” bebernya.

Dewanti juga mengingatkan para camat agar ikut intens terlibat dalam memantau perencanaannya hingga penyerapan anggaran DD. ”Mohon pak camat memantau semua yang berkaitan dengan DD,” pungkas Dewanti.

Pewarta : nr4
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman