”Semoga langgeng sampai kakek-nenek ya”, itulah doa yang selalu dipanjatkan para tamu undangan pernikahan kepada kedua mempelai. Doa itu pula yang didengar Markucel, 32, warga Kedungkandang, Kota Malang, ini saat menikahi Markonah, 30, warga Klojen, beberapa tahun silam.

Kini, doa agar langgeng membangun rumah tangga itu seolah-olah pepesan kosong bagi Markucel. Jangankan sampai kakek-nenek, pernikahan mereka kini terpaksa kandas.

Itu karena istri yang sudah memberikan dua anak itu suka mencari laba-laba (laki-laki baru). Padahal, semua kebutuhan Markonah dipenuhi. Mulai dari kebutuhan lahir seperti uang belanja hingga kebutuhan batin di atas ranjang. Sepulang bekerja, Markucel selalu memberi jatah STMJ (siap tempur malam Jumat) kepada istrinya.

Usut punya usut, uang belanja itu tidak untuk kebutuhan keluarga. Misalnya kebutuhan dapur dan uang jajan untuk anak-anaknya. Tapi, uang itu dibelanjakan lagi untuk membiayai kisah asmaranya dengan Srontol, 28, warga Kedungkandang.

Belakangan, kelakuan Markonah itu diketahui Markucel. Saat itu, Markucel mengantar penumpang ojeknya di salah satu karaoke di Jalan Borobudur. Bersamaan itu Markucel melihat istrinya bergandengan dengan Srontol. Karena kalap, Markucel langsung melayangkan pukulan ke wajah Srontol dan Markonah.

Kisah perselingkuhan Markonah itu diungkap Markucel dalam sidang di PA (Pengadilan Agama) Kota Malang kemarin (9/2). ”Saya memang sering memasukkan pria lain ke rumah saat suami pergi ngojek,” kata Markonah usai menjalani sidang perceraian. (jaf/c2/dan)