MALANG KOTA – Seminar wirausaha yang mendatangkan Dahlan Iskan di UIN Maulana Malik Ibrahim kemarin (5/12) bisa jadi berbeda dengan seminar wirausaha yang lain. Lantaran, dalam seminar nasional bertajuk ”Success to be Enterpreneur” tersebut Dahlan banyak memberikan solusi yang justru datang dari para mahasiswa sendiri.

Dalam seminar itu, Dahlan juga meminta para mahasiswa yang sudah punya bisnis untuk maju dan naik panggung lalu menceritakan kendala yang sedang dihadapi. Hal lucu dan menggelitik pun berbuah dari sana. Misalnya, ketika seorang mahasiswi maju ke depan dan menjelaskan peluang atau alasan kenapa dia menggeluti bisnis baju miliknya.

Belum selesai mahasiswi itu menjelaskan, Dahlan menyambutnya dengan sebuah candaan. ”Peluang gara-gara banyak mahasiswa yang tidak pernah ganti baju?” tanyanya kepada mahasiswi itu. Sontak hal tersebut langsung membuat ratusan peserta seminar tertawa.

Kemudian, mahasiswi itu mengeluhkan bisnisnya yang merosot karena banyak saingan. Mendengar ucapan tersebut, Dahlan lantas menanyakan kenapa bisa kalah saingan. ”Ini yang tahu solusinya ya kamu sendiri. Kamu harus meningkatkan kualitas produkmu supaya tidak kalah dengan yang lain,” kata Dahlan.

Hal menarik juga tersaji saat seorang mahasiswi bernama Uci Indriani asal Lubuk Lingau, Sumetera Selatan, mengeluh karena usahanya berupa lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) kini tidak terkontrol. Mahasiswi yang kuliah di UIN Malang tersebut mengaku kesulitan mengontrol keuangan di lembaganya tersebut.

”Pak Dahlan, bagaimana cara mengatasi persoalan ini, karena saya jauh di Malang,” tanyanya kepada Dahlan.

Dahlan kemudian terlihat berpikir sejenak lalu menyampaikan, jika tidak bisa mengontrol keuangan, PAUD itu diberikan saja kepada para guru.

”Kasihkan saja kalau menurut saya, biar mereka yang mengelola. Nanti pasti mati juga. Lalu kamu bikin lagi,” ujarnya enteng.

Karena menurut Dahlan, seorang pengusaha yang tidak bisa mengontrol keuangan itu akan berbahaya. Namun, Uci tidak mau memberikan PAUD-nya kepada para guru. Dia ingin tetap bisa mengontrol keuangan meski dengan jarak jauh.

Maka, kemudian Dahlan memberikan solusi bahwa caranya harus menggunakan teknologi informasi. ”Di sini siapa yang bisa membantu Uci membikin aplikasi untuk memantau keuangan dari jauh. Kalau ada, ayo naik ke panggung,” undang Dahlan.

Tak lama kemudian, berlarilah Riyan Budi Setiawan, mahasiswa semester 7 Jurusan Informatika UIN Malang. Sesampainya di atas panggung, Dahlan meminta Riyan untuk membantu menyelesaikan masalah Uci.

”Kamu bisa membantu Uci untuk membuat aplikasi keuangan yang bisa dipantau jarak jauh?” tanya Dahlan pada Riyan.

Dengan cekatan Riyan menyatakan bisa. Setelah itu, Dahlan meminta Riyan dan Uci untuk turun panggung dan bernegosiasi untuk memecahkan masalah tersebut. ”Sudah kan? Selesai masalah Uci. Mereka sendiri yang menyelesaikan. Bukan saya,” kata Dahlan disambut tepuk tangan para peserta seminar.

Dalam sesi berikutnya, Dahlan banyak memberikan joke saat menyampaikan materi tentang kiat berbisnis. ”Kalau ingin jadi pengusaha, tidak ada jalan lain selain menjadi pengusaha secara langsung. Gak perlu nunggu lulus kuliah,” tegasnya.

Sebab, lanjut dia, tidak ada teori satu pun yang mengatakan bahwa untuk menjadi pengusaha harus lulus kuliah dulu. Menurut dia, jika ingin berbisnis sekarang, ya sekarang dilakukan. Kalau ingin berbisnis setelah lulus kuliah, ya tidak masalah.

Dahlan mengatakan kalau belajar bisnis itu sama seperti ketika belajar bersepeda. ”Yang penting pegang dulu sepedanya. Memang belajar bersepeda itu pasti jatuh dulu dan berdarah,” ungkap dia.

Dia berpesan, yang penting dari belajar bersepeda itu tidak mudah menyerah. ”Yang penting itu jangan kapok karena terjatuh,” imbuh mantan menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-7 itu.

Tak ketinggalan, dia juga berpesan bagi siapa pun yang bergerak di bidang jasa, yang utama adalah kepuasan pelanggan. ”Yang penting adalah membuat mereka merasa senang,” imbuh Dahlan.

Dahlan juga menjelaskan beberapa faktor yang mungkin bisa digunakan bagi para pebisnis bidang jasa. Seperti kesopanan, baik, penampilan, bahkan selera humor.

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa Dahlan adalah sosok yang pas untuk dijadikan panutan sebagai enterpreneur karena dia telah praktik langsung dan memulai usaha hingga sukses. Dia juga berseloroh kalau Dahlan hampir saja menjadi calon presiden.

”Kalau Pak Dahlan jadi presiden, pasti saya menteri agamanya,” gurau Haris disambut tawa peserta.

Sementara itu, sekitar 800 peserta yang memadati ruang seminar di lantai 5 Gedung Ir Soekarno UIN Malang sangat antusias mengikuti seminar bersama Dahlan Iskan tersebut. Salah seorang peserta, Abdullah Muhammadi, merasa bahwa seminar itu sangat bermanfaat.

”Ini bagus untuk Indonesia lebih maju,” ucap mahasiswa Jurusan Sastra Inggris UIN Malang itu.

Dia mengaku puas dengan acara Dahlan Iskan mengisi acara. ”Orangnya sangat terkenal di Indonesia. Orangnya juga baik. Bangga materi ini disampaikan oleh orangnya langsung,” ucap mahasiswa semester satu itu.

Setelah acara itu, dirinya juga terinspirasi untuk menjadi seorang pengusaha. ”Tentu saya ingin jadi entrepreneur,” imbuhnya. Dia menceritakan bahwa saat ini sedang menggeluti bisnis jualan pulsa. Dia merasa masih bisa menanganinya meski sedang menjalani kuliah.

Peserta lain, Fatihah Adhara, juga berpendapat serupa. ”Saya juga ingin mengembangkan bisnis saya,” ucap mahasiswi jurusan psikologi itu. Dia bangga dapat mengikuti langsung acara itu.

”Langsung dari Pak Dahlan sungguh menginspirasi,” imbuh Dhara, sapaan akrabnya. Dia merasa termotivasi dan akan mengembangkan bisnis kerudungnya itu.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy editor: Arief Rohman
Foto: Radar Malang