Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menegaskan, kebersihan sungai dimulai dari diri sendiri. Caranya dengan membuang sampah pada tempatnya, bukan di sungai. Itu dilakukan agar sungai bisa menampung debit air yang tinggi. “Sehingga saat hujan bisa mencegah terjadinya banjir,” ujarnya.

Setelah apel, 1.600 relawan yang terdiri dari relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo seperti Tagana, Sekardadu Tanggap Sidoarjo, LPBI NU, Senkom, Rapi, BTB, CBP, KPP, dan PPKS bersiap menuju Sungai Pelayaran. Selain itu, relawan dari mahasiswa Umaha, masyarakat Kelurahan Ngelom, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo. Mereka membawa alat bersih-bersih serta karung untuk menempatkan sampah.

Saat semua relawan sudah siap, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Dandim 0816 Letkol Inf Fadli Mulyono, Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan, Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Bahrul Amig, dan Direktur PT Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro memimpin pelaksanaan bersih-bersih Sungai Pelayaran.

 Dikomando langsung Abah Saiful, para relawan langsung turun ke sungai untuk membersihkan sampah. “Dengan ini kegiatan bersih-bersih Sungai Pelayaran dimulai,” ujar Abah Saiful setelah memencet bel.

Mendengar komando tersebut, relawan langsung nyemplung ke sungai. Tidak mau ketinggalan, Abah Saiful beserta jajarannya juga ikut membersihkan sampah secara langsung. Mereka menggunakan perahu dan mengambil sampah-sampah yang mengapung. Hasilnya, banyak kotoran yang membuat aliran sungai menjadi tidak lancar.

Kepala Dinas PUPR Sidoarjo menjelaskan, meski sampah yang mengapung sudah dibersihkan, masih ada sedimen yang mengendap di dasar sungai. Seperti lumpur, sampah, dan sebagainya. “Itu juga harus dibersihkan agar aliran sungai lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sidoarjo Dwijio Prawito mengungkapkan bahwa turunnya masyarakat secara langsung untuk membersihkan sampah sungai ini membawa dampak yang cukup besar. Tanggung jawab dan kepedulian akan timbul. “Sehingga mereka bisa peduli terhadap lingkungan sendiri,” katanya.

Setelah di-launching, kegiatan bersih-bersih sungai ini akan digelar selama satu bulan ke depan. Roadshow ke tujuh kecamatan lain segera dilakukan. Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat akan kepedulian terhadap kebersihan sungai. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

Source link