MALANG KOTA – Bisnis clothing di Malang terus menggeliat. Hal itu terlihat dari banyaknya brand clothing lokal yang mampu eksis dan memiliki penggemarnya sendiri. Tak hanya mengandalkan toko offline, pemasaran online di medsos (media sosial) juga ikut mendongkrak penjualan brand clothing lokal.

”Untuk penjualan, hingga saat ini masih tetap banyak disumbang toko offline. Tapi, kami juga intens memasarkan di medsos sekitar setahun terakhir,” ujar Neni, istri Firdaus Alisandi, owner Heroin Store.

Jika dipersentase, penjualan online sudah mencapai 30 persen. 70 persen lainnya disumbang dari penjualan offline dua tokonya di Malang.

Menurut Neni, produk clothing yang sudah dirintis sejak tahun 2003 itu awalnya memang hanya menyediakan produk kaus dan jaket. Namun kini, beragam aksesori mulai topi, celana, tas, sepatu, hingga baju anak-anak yang diproduksi juga telah memiliki pasarnya sendiri.

”Kami juga hadirkan produk Heroine Kids yang responsnya cukup bagus,” terangnya.

Dia menuturkan, produk yang paling banyak terjual adalah jenis kaus dan jaket. Harga kaus berada di kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. Sementara itu, banderol jaket di kisaran Rp 300 ribu hingga Rp 425 ribu.

”Untuk momen-momen tertentu seperti tahun baru kemarin, kami berikan harga diskon spesial hingga 70 persen,” terangnya. Dengan cara itu, penjualan di toko offline bisa terkerek hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Pewarta: Darmono
Penyunting: Achmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono