Kerajinan rajutan selalu memiliki penggemarnya sendiri. Selain unik, tidak mudah rusak, proses pengerjaan yang seluruhnya handmade menjadikan produk kerajinan ini spesial.

Seperti beragam kerajinan tangan merek Boscha hasil kreasi Maria Ulva, warga Jalan Raya Sanan No 4, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, ini. Produk-produk Boscha di antaranya berupa tas tangan, tas laptop, pouch, topi, aksesori, hingga sepatu. Selain terbuat dari benang, ada pula produk Boscha yang terbuat dari hasil daur ulang plastik.

Produk rajutan dibanderol dengan harga termurah mulai Rp 10 ribu untuk produk bross dan yang termahal Rp 500 ribu untuk satu tas tangan. ”Keunggulan dari produk lainnya, Boscha ini handmade. Dari seuntai benang bisa menjadi sebuah produk dengan desain yang unik,” ujar Maria Ulva, owner sekaligus perajut produk Boscha.

 

Selain dipasarkan di Malang Raya, rajutan buatan perempuan yang akrab disapa Ulva ini sudah sampai Pontianak dan Balikpapan. ”Ada reseller yang selalu memesan untuk dijual ke Pontianak dan Balikpapan,” kata ibu satu putri ini.

Ulva mengaku mempromosikan produknya melalui Facebook dan Instagram. ”Kalau posting foto, pasti ada yang komentar lalu memesan,” tambahnya.

Jenis benang yang digunakan untuk membuat rajutan Boscha beragam, mulai benang jenis nilon, katun, hingga benang jenis polyester.

”Jenis benang yang digunakan tergantung dari produk apa yang akan dibuat. Misalnya, kalau sepatu, bagusnya benang nilon agar terlihat mengkilat,” katanya. Setiap bulannya, Ulva menerima sedikitnya enam orderan.

Selain membuat produk berbahan benang, Ulva juga membuat tas dan topi dari bahan plastik. ”Saya mendaur ulang plastik yang susah terurai menjadi tas atau topi yang bisa digunakan lagi,” katanya. Satu produk daur ulang dari plastik dibanderol dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 150 ribu.

Biasanya, setiap merajut pesanan, Ulva selalu melibatkan customer dalam proses pembuatannya. ”Komunikasikan dengan customer setiap proses pembuatannya, baik dalam penentuan warna atau motifnya,” katanya. Selain itu, dia juga menyediakan fasilitas repair gratis selama rentang satu tahun pembelian.

Kesulitan Ulva dalam menekuni usaha produk rajutan adalah menyesuaikan rajutan dengan pola yang didapat dari tukang. ”Misalnya, untuk membuat sepatu, polanya kan dari tukang. Itu kadang susah disesuaikan dengan rajutan buatan saya dan permintaan pola dari customer,” ujarnya.

Pengerjaan satu tas tangan atau sepatu rata-rata memakan waktu satu sampai dua minggu. Untuk melayani pesanan, Ulva melibatkan dua orang yang ikut membantunya dalam pembuatan pola.

Tidak hanya produksi produk rajutan, Ulva juga mengadakan pelatihan atau workshop merajut di rumahnya. Pelatihan atau workshop itu dia adakan karena permintaan dari ibu-ibu sekitar rumah atau teman-temannya. ”Tidak dipungut biaya. Namun, ada bayaran ganti bahan saja,” katanya.

Adapun bagi pembaca yang berminat terhadap bisnis UKM BOSCHA ini bisa menghubungi Ulfa di 08158286808 JL.Sanan No 4 belakang LP Lowokwaru RT3/RW14 kelurahan Purwantoro kecamatan blimbing. (nr8/c1/nay)