KOTA BATU – Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk bisa menyaksikan pertunjukan unsur teatrikal drama, tari-tarian, sulap, hingga atraksi sirkus. Cukup datang saja ke SMA Selamat Pagi, Kota Batu.

Ya, di sekolah yang berada di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, tersebut secara rutin, ada tiga kali pertunjukan dalam seminggu. Seperti pada Jumat (12/1) pukul 19.00. Puluhan siswa SMA Selamat Pagi kelas X, XI, dan XII mempertunjukkan show bertema Blast of Glory (masa keemasan).

Di panggung yang megah, ada atraksi kungfu siswa-siswi disertai dengan barongsai. Anak-anak juga menampilkan atraksi sulap illusionist (aliran sulap yang menciptakan ilusi yang terlihat tidak mungkin dilakukan Selain itu, malam itu mereka juga menampilkan pertunjukan dengan menggunakan api yang menambah panas suasana di SMA Selamat Pagi.

Setelah itu, penonton seakan-akan dibawa ke musim dingin. Salju bertaburan dari atas, terdapat seseorang bergaun putih ala putri salju yang berdiri dan menari di atas panggung kecil yang bisa digerakkan ke sana kemari.

Terakhir, seluruh aktor bernyanyi dan seluruh penonton bertepuk tangan sangat meriah. Malam itu, intinya mereka menyajikan sebuah cerita mengenai proses meraih kesuksesan. Yakni, tentang seorang yang lumpuh bisa bermain biola, nelayan yang berjuang mencari nafkah, dan beberapa anak yang sedang kungfu.

Dalam pertunjukan yang melibatkan 100 siswa tersebut, ada pesannya yaitu jika ingin sukses, maka perlu dua hal. Pertama, membangun impian disertai dengan berdoa. Kedua, mencari orang yang bisa membimbing untuk mewujudkan impian itu. ”Terpenting, lakukan yang terbaik dari hati, nantinya pasti diberikan jalan oleh Tuhan,” ujar Sheren Della Sandra, sutradara pertunjukan itu.

Menurut Sheren, untuk menampilkan atraksi berdurasi 1 jam 6 menit tersebut, mereka latihan selama 3 bulan. Dan, biaya yang dikeluarkan sangat besar: Rp 500 juta. ”Itu hanya untuk properti dan kostum. Kalau lighting, sound, dan mixernya hingga Rp 2 miliar,” imbuhnya. (nr4/c2/abm)