KOTA BATU – Bunga krisan sepertinya masih menjanjikan bagi beberapa petani di Kota Batu. Model menanam yang lebih mudah dan perawatan yang gampang ketimbang tanaman sayur membuat beberapa petani mengalihkan lahan mereka ke bunga dengan nama ilmiah crhysantemum itu. Salah satunya adalah Muslikah

Petani bunga asal Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, ini sudah hampir lima tahun memanami lahan miliknya dengan bunga krisan. ”Kalau dulu ya sayur, brokoli putih (bunga kol), bawang pre, dan lainnya,” kata dia. Dia beralasan, merawat tanaman sayur butuh tenaga yang lebih ekstra. Karena itulah Muslikah beralih dari menanam sayur ke tanaman hias. ”Kalau sayur, sekali tanam kan lahan harus dicangkul lagi. Kalau bunga tidak, bisa sampai dua kali tanam,” kata dia.

Dia menerangkan, hasil yang didapatkan juga lumayan tinggi. Dari lahan kurang lebih 8×10 meter miliknya itu misalnya. ”Masa tanamnya empat bulan. Panen terus bisa sampai dua bulan. Pertama panen ya hanya dapat 5 ikat (beberapa tangkai). Namun pas banyak, maksimalnya pernah dapat 150 ikat,” terang perempuan paruh baya itu. Dia menerangkan, satu ikat bunga krisan dibanderol dengan harga Rp 5 ribu. Artinya, jika
panen banyak, dirinya bisa mendapatkan uang Rp 750 ribu dalam sekali panen. ”Kalau panenbisa seminggu dua kali,” katanya.

Menanam bunga juga lebih mudah. Sebab, saat bunga yang ditanam tidak produktif, akan muncul bibit bunga lagi
secara alami. ”Tinggal kami membersihkan dan member lanjaran (kayu penyangga) saja,” terang Muslikah. Namun, tidak semua lahan bagus bila ditanami bunga. Hanya beberapa daerah yang tanahnya masih subur dan udaranya relatif dingin yang bisa menghasilkan bunga bagus. ”Kalau lahan lain ya masih sayur, karena tidak semua bagus ditanami bunga ini,” tukas dia.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Aris Syaiful
Foto : Falahi Mubarok