Berkenalan Dengan Si Mungil Berduri nan Menggemaskan, Landak Mini

Lalu, bagaimana ya rasanya memelihara si mungil berduri ini?



Seperti yang diungkapkan Fanny Sthefanny, 23, yang memiliki empat landak mini sebagai teman bermain. Berdasarkan pengalamannya, untuk bisa dekat dengan landak mini memang memerlukan masa ‘PDKT’ yang cukup lama. Karena, balik lagi kalau mereka memiliki sifat yang berbeda.

Landak mini milik Fanny Sthefanny suka bermain dengan gulungan karton
(Imam Husein/Jawa Pos)

Ada yang manja, ada pula yang jutek tidak mau dipegang sama sekali. Sehingga, memang harus diperlakukan seperti pacar, yang dsayang dan diperhatikan setiap hari. Fanny sendiri kini merawat empat landak mini dengan nama Killy, Baki, Pruun, dan Furi.

Bercerita tentang hewan mungil kesayangannya, si landak Furi (jantan) memiliki sifat manja, suka minta digendong. Sedangkan, Pruun (jantan) sebaliknya, moody dan lebih suka menyendiri. Kalau Killy dan Baki yang sama-sama betina lebih suka eksplor, berlarian dan main.

Unntuk itu, si pemiliki harus kenal betul karakter tiap landak mini. Karena, kadang ada yang tertarik memelihara karena melihat lucunya si landak mini di media sosial. Namun, tidak tahu cara mengontrolnya. Kadang ada yang setelah mengadopsi, baru tahu kalau si landak mini jutek. ”PDKT (pendekatan)-nya lumayan lama, kudu sabar,” ucap Fanny yang memelihara landak sejak 2016.

Selain perhatian, bentuk perawatan untuk si mungil pun perlu diperhatikan. Seperti kandang dibersihkan setiap hari, angkat kotorannya, pastikan makanannya cukup, dan air minum diganti.

Fanny berpesan, untuk memastikan kandang aman dari tikus. Sebenarnya, landak bisa melindungi diri dengan durinya. Namun, landak mini yang asalnya dari Afrika ini akan lebih jinak jika sudah dipelihara. Jadi pastikan ruangan aman dari tikus.

Landak pun harus diberi kesempatan untuk bermain-main di ruangan, supaya hewan berduri ini juga senang. Seperti siang itu, Selasa (9/1), Baki dan Killy dilepas di ruangan. Mereka tampak asyik berlarian dan bermain-main. Paling lucu waktu Baki bermain dengan gulungan karton favoritnya.

Sebagai ‘mama’-nya landak mini, tak jarang Fanny tertusuk duri landak. Tapi, jangan khawatir, duri landak mini tidak beracun. Dan, sebenarnya tidak terlalu tajam. Lebih menyerupai sikat atau sisir yang keras. Menggigit, tidak? ”Namanya punya gigi, bisa saja ia menggigit kalau merasa terganggu,” kata Fanny.

Cara pencegahannya, jangan memegang area mulutnya. Untuk masalah kesehatan yang kerap dialami landak mini biasanya berkaitan dengan kulitnya yang sensitif. ”Kulitnya bisa kering atau muncul seperti ketombe,” tutur perempuan berambut lurus ini.

Biasanya hal itu dipicu suhu kandang atau suhu ruangan yang terlalu lembab. Ketombe pada kulit juga bisa disebabkan oleh jamur. Cara mengatasinya, mandikan lebih sering, yaitu sekali dalam seminggu. ”Sama dijemur tiap pagi, tapi cukup 5 menit saja. Dan, jangan sampai matanya terkena sinar matahari langsung,” sambungnya.

Sekedar informasi, mewadahi penggemar landak mini dan bercerita tentang cara perawatan yang tepat, alumnus Raffles Design Institute Singapura itu membuat komunitas via Instagram @rumah_landak_mini serta Facebook group ‘Rumah Landak Mini’.

Yuk, coba memelihara hewan mungil menggemaskan ini!


(nor/JPC)