KOTA BATU – Tanggal 14 Februari dikenal sebagai Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Banyak pihak yang menyebut bahwa bunga mawar merupakan tanda kasih sayang. Persepsi ini mendatangkan keuntungan bagi penjual bunga mawar di pasar bunga Sidomulyo, Kota Batu.

Penjualan bunga pada bulan ini, yang mana di dalamnya terdapat momen Hari Kasih Sayang, meningkat sekitar 30 persen dari bulan sebelumnya. ”Ya, beda aja, nggak kayak bulan sebelumnya. Saat ini banyak peningkatan pembeli yang datang langsung maupun kirim pesanan,” terang Siti Khadijah, pemilik kios Bunga, kemarin (13/2).

Hari Kasih Sayang yang identik dengan memberi bunga kepada kerabat, sahabat, maupun pasangan memberikan dampak yang luar biasa bagi pedagang bunga. Itu terlihat sejak awal Februari lalu. Sejak awal bulan, animo masyarakat dalam membeli bunga meningkat. ”Bunga mawar sangat indah. Makanya tepat untuk diberikan kepada orang terdekat,” imbuhnya.

Siti menjadikan Hari Kasih Sayang sebagai momentum untuk meningkatkan penghasilannya. Permintaan dari luar kota pun ikut melonjak. ”Saya juga mengirim bunga ke luar kota sampai Jakarta dan Kalimantan,” terangnya.

Selain itu, bunga Mawar bukan jenis bunga yang bergantung pada musim. Bunga ini tetap bisa panen meski musim hujan atau kemarau. Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini sedikit berpengaruh pada kualitas bunga. ”Cuma kalau musim hujan gini banyak yang busuk. Jadi harus memilih lagi. Itupun nggak semua yang masih layak dijual,” ujar Siti.

Dia membanderol bunga mawarnya dengan harga Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per tangkai. Banyaknya permintaan pelanggan kadang membuat harga bunga sedikit naik. ”Ya, paling naiknya nggak banyak, cuma Rp 500 sampai Rp 1000,” terangnya.

Dia menerangkan, pelanggan yang datang ke kiosnya tidak hanya membeli bunga mawar, tapi beberapa bunga hias. Selain bunga mawar, Siti memang juga menyediakan berbagai macam bunga hias seperti krisan. Nimas Wegig, salah satu pembeli mengunjungi kios bunga mawar, mengaku hendak membeli bunga mawar dan bunga hias yang nantinya akan dijadikan rangkaian bunga. ”Saya beli bunga beragam, biar ada variasi dan lebih indah,” terang Nimas.

Pewarta : Rdl
Penyunting : Aris Syaiful
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Darmono