Sekitar 150 kaktus impor yang dijual di salah satu toko bunga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Jumat lalu (9/3).

KOTA BATU – Toko bunga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, tak hanya menjual bunga lokal seperti mawar, krisan, dan lainnya. Di sana juga menyediakan lebih dari 150 kaktus impor. Harganya yang mencapai jutaan bisa dibilang cukup mahal. Meski tak murah, ternyata kaktus impor dan kaktus hasil persilangan diburu para kolektor dari berbagai daerah.

Umumnya, harga kaktus dibanderol mulai Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu. Namun, khusus kaktus impor, harga yang dibanderol mulai Rp 200 ribu hingga RP 6 juta. Rata-rata, kaktus yang dijual seharga Rp 750 ribuan.

Menurut Rizal Afriandi, salah satu pemilik toko bunga yang menyediakan kaktus impor, kaktus di tokonya berasal dari Thailand, Eropa, dan Amerika. ”Seperti jenis astrophytum. Jenisnya ada banyak, sekitar 100 jenis di seluruh dunia,” ujarnya. Jenis astrophytum ini sering diimpor dari Thailand dan Eropa.

Kaktus dengan batang yang menyerupai bintang atau belimbing ini akan lebih mahal lagi bila mengalami mutasi. ”Jadi, gen batangnya tumbuh cacat. Tapi, kalau cacat gitu kadang lebih mahal harganya,” tambah Rizal.

Dia menyampaikan, kaktus astrophytum impor normalnya dibanderol Rp 200 ribu. Tapi, bila mengalami mutasi, harganya naik menjadi Rp 500 ribu. ”Kalau kaktus makin unik, makin disuka, makin mahal lho,” ujarnya.

Kaktus yang paling mahal adalah jenis ariocarpus retusus. Banderolnya lebih dari Rp 6.000.000, tergantung jenis dan mutasinya. Rizal kemudian menunjukkan salah satu jenis golden barrel yang berasal dari Meksiko dan Texas. ”Kalau ini lumayan cukup mahal, tapi yang minat juga banyak,” terangnya.

Dalam sebulan, rata-rata ada 15 orang yang rajin membeli di tokonya. Para pembeli itu menyukai jenis kaktus yang mirip gentong besar. ”Banyak yang koleksi meskipun mahal. Ada yang request silangannya jenis gentong besar, tapi saya masih belum cari,” ujar dia.

Sementara itu, jenis kaktus lain yang harganya cukup mahal adalah jenis gymnocalcyum. Kaktus jenis ini berasal dari Amerika Selatan. Ciri-cirinnya, bunga yang dimilikinya sangat indah. ”Rata-rata bibit kecil sekitar Rp 300 ribuan. Itu kalau belum disilang lho,” terang Rizal.

Dia menerangkan, perawatan kaktus impor tidaklah sulit, hampir sama seperti kaktus umumnya. ”Hanya diberi vitamin dan obat hama. Jadi, ya tidak terlalu sulit,” katanya.

Pewarta: NR2
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: NR2