Hanya belajar lewat dunia maya, Elra Nevatera Kamalida mampu menjuarai kuis Ki Hajar (Kita Harus Belajar) tingkat Jatim, 12–13 Oktober lalu. Bahkan, sebanyak 20 soal mampu dikerjakan bocah 11 tahun ini dengan durasi 3,3 menit atau 10 detik per soal.

Senyum simpul Elra Nevatera Kamalida terus mengembang saat menemui Jawa Pos Radar Batu di ruang kepala SDN Ngaglik 1, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, kemarin (18/10). Bocah kelahiran 11 November 2005 itu baru saja meraih juara I dalam lomba kuis Ki Hajar (Kita Harus Belajar) yang diadakan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) di SMKN 3 Batu, 12–13 Oktober lalu.

Sambil duduk di kursi dan didampingi guru pembimbing, Sugeng Purwanto, bocah 11 tahun ini antusias bercerita tentang pengalamannya meraih prestasinya itu. Bocah yang biasa disapa Neva ini mengaku tak ada kesulitan dalam mengerjakan 20 soal tahap pertama. Bahkan, soal-soal itu mampu dia kerjakan dalam waktu 200,16 detik atau 3,3 menit. Praktis, untuk setiap soal, pengerjaannya hanya butuh waktu sekitar 10 detik.

Hasilnya, Neva mampu mengerjakan 18 soal dengan benar dan 2 lainnya salah. Perlu diketahui, dalam kuis ini, salah satu yang dinilai adalah kecepatan dalam mengerjakan soal. ”Kebetulan materinya sudah pernah diajarkan,” kata Neva kepada Jawa Pos Radar Batu kemarin.

Tak hanya itu, karya Neva pada kuis tahap II juga mampu memukau dewan juri. Kala itu, dia mengambil tema ekosistem untuk dipresentasikan di depan juri. Dalam presentasinya, ada ekosistem buatan seperti waduk, dan ekosistem alam seperti hutan. Hasilnya, Neva menjadi yang terbaik dan berhak mewakili Provinsi Jatim dalam ajang yang lebih tinggi lagi, yakni di tingkat nasional.

”Intinya (dari presentasi), manusia harus bisa mengelola dan menjaga ekosistem. Sebagai pelajar, kami juga harus bisa menjaga kelangsungan hidup semuanya,” ungkap putri pasangan Teguh Triwiyanto dan Herawati itu.

Neva juga mengaku tak punya persiapan khusus untuk mengikuti ajang tersebut. Dia belajar seperti biasanya. Yaitu, setelah bermain handphone dan nonton TV atau di atas pukul 22.00. ”Kalau ada yang sulit, saya tanya Google,” terangnya.

Sementara itu, Irfan Arif, wali kelas Neva, menegaskan bahwa Neva salah satu siswi berprestasi di sekolahnya. Sejak kelas IV SD, Neva selalu masuk 3 besar di sekolahnya. ”Salah satu buktinya, dia mampu bersaing di tingkat Jatim. Harapan kami, Neva bisa kasih yang terbaik di tingkat nasional nanti,” ujar Irfan.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Imam Nasrodin
Copy Editor : Arief Rohman
Fotografer : Aris Dwi