Begini Jenis Senjata Pindad Yang Dilirik Dunia

Namun Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagja, enggan membeberkan negara mana saja yang mulai melirik senajat dalam negeri dan akan digunakan di sana.

“Sekarang barang itu peminatnya bukan dalam negeri saja, justru ada yang dari luar negeri sudah ada. Kita blm bisa ngomogin negara mananya, tapi yang bisa saya sebutkan ada negara Asean dan Non Asean. Satu hal yang pasti mereka sudah menunjukkan minatnya sama alat buatan kita,” tutur Ade, dalam acara media gathering di Angklung Saung Udjo, Bandung, Senin (16/4).

“Bahkan sudah mulai undang kita untuk proses tender yang akan memakan waktu enam bulan sampai setahun,” lanjutnya.

Ade juga memaparkan bahwa Pindad tiap tahunnya selalu mengembangkan jenis senjata, baik dari kacamata nasional ataupun internasional. Sebab pembuatan senjata itu dibutuhkan sesuai dengan perkembangan yang ada.

“Tahun 2016 kita luncurkan senjata baru tipe SS3. Asalnya saat itu adalah 556 mm, sekarang menjadi 762 mm. Semua itu karena kebutuhan opersi di dunia ini berubah. Untuk TNI sendiri sampai saat ini belum berubah,” ungkap Ade.

Tidak sampai di situ Pindad juga mengeluarkan senjata runduk. Menurut Ade Pindad sudah mengeluarkan 762 mm, SPR 2 dengan 12,7 mm yang kini telah dipakai oleh TNI. “Sekarang kita juga akan keluarkan lagi yang baru, yang disebut dengan poin 338 atau 8.6 mm yang kalau di dunia terkenalanya dengan lapua,” tukas Ade.


(ipy/JPC)