MALANG KOTA – Harapan Moch. Anton menggandeng bakal calon wakil wali kota (bacawawali) dari kalangan anak muda sementara dipendam dulu. Sebab, dr Canggih Sakina Hans SH MBA yang dia gadang-gadang menjadi wakilnya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018 mendatang ”lempar handuk”. Pria berusia 31 tahun itu mengurungkan niatnya untuk maju menjadi bacawawali.

Harusnya, dr Canggih kemarin (4/12) menjalani fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta. Tapi, dia tidak hadir. Dia justru memilih datang ke seminar nasional yang menghadirkan Wapres Jusuf Kalla di Universitas Brawijaya (UB).

”Saya masih belum tertarik (ikut pilwali). Ingin fokus di kegiatan pengabdian (kegiatan sosial) lewat komunitas (Malang Care),” terangnya saat dikonfirmasi kemarin.

Sikap Canggih ini boleh dibilang cukup mengejutkan. Lantaran, dua hari sebelumnya dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Anton untuk membahas rencana berpasangan dalam pilwali tahun depan. Informasinya, keduanya juga sudah cocok. Bahkan, Anton yang sendiri mendaftarkan Canggih ikut penjaringan di  DPP PKB.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) itu memang tidak mengikuti proses penjaringan di DPC PKB Kota Malang. Tapi, langsung loncat mendaftar ke pengurus pusat partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang itu.

Saat proses penjaringan akhir di Jakarta kemarin, dari enam peserta yang diundang PKB, hanya empat orang yang hadir. Mereka adalah Hadi Prajoko, Isnaini Anwar, Gunadi Handoko, dan Siswo Waroso. Sedangkan yang tak hadir, selain dr Canggih, adalah Ghufron Marzuki.

Saat dikonfirmasi, Canggih mengaku sengaja tidak datang ke penjaringan bacawawali di DPP PKB kemarin. Itu karena dirinya berubah pikiran untuk tidak maju di pilwali. Dia mengatakan sudah tidak berminat ikut pilwali. Dia ingin fokus pada komunitas sosial yang dia dirikan dalam beberapa tahun terakhir. Yakni, Malang Care.

Untuk diketahui, Malang Care resmi berdiri pada 2016. Komunitas merupakan komunitas beragam profesi yang bergerak di bidang dunia kesehatan. Mulai pengobatan gratis maupun membantu orang yang sakit di Malang Raya. Di komunitas ini, Canggih berperan sebagai pendirinya.

Meski tidak ikut penjaringan, Canggih tidak mau disebut mundur mengikuti penjaringan di DPP. ”Saya nggak bilang begitu (mundur). Saya cuma nggak hadir,” ungkap alumnus SMAN 8 Malang ini ketika dipertegas apakah dirinya mundur dari pendaftaran di PKB.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Arief Rohman
Grafis: Andhi Wira