TANGGUNG JAWAB BERSAMA: Kepala Bank Indonesia Malang Dudi Herawadi (kiri) saat memberi keterangan dalam jumpa pers di Javanine Resto Senin lalu (11/9).

MALANG KOTA – Secara keseluruhan, share perbankan syariah memang masih cukup kecil dibandingkan bank konvensional. Meski begitu, indikator perbankan syariah menunjukkan perkembangan cukup baik. Mulai dari total aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga finance to deposit ratio (FDR) yang terus meningkat.

”(Memang share-nya) masih kecil. Ini menjadi tugas kita semua, bagaimana bisa mendorong perbankan syariah dan ekonomi syariah. Harus melibatkan semua orang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Dudi Herawadi di Javanine Resto Senin malam (11/9).

Salah satu upaya untuk memacu ekonomi syariah tersebut, BI selama tiga tahun ini rutin menggelar Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF). ISEF memiliki visi utama menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah dunia dan Jawa Timur (Jatim) sebagai regional ekonomi syariah terbesar di Indonesia.

”Potensi penduduk muslim di Jatim yang mencapai 96,76 persen atau 36,65 juta jiwa dan 6.003 pondok pesantren dengan jumlah 965.646 santri sangat mendukung perkembangan ekonomi syariah. BI berupaya memberikan perhatian khusus di sektor ini melalui sebuah blueprint yang dapat memperjelas arah, tujuan, dan capaian dari target-target yang telah dicanangkan,” papar Dudi.

Mengambil tema Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination, ISEF edisi tahun ini akan digelar pada 7-11 November 2017 di Grand City Surabaya. Terdapat dua kegiatan besar dalam ISEF, yaitu Sharia Forum dan Sharia Fair.

Di Malang, gelaran Road to ISEF akan diselenggarakan di Lippo Plaza Batu (dulu bernama Batu Town Square) pada 6-7 Oktober mendatang. Pada rangkaian Road to ISEF ini akan ada lomba-lomba bernuansa syariah dan islami. Yaitu, pemilihan duta ekonomi syariah, lomba dai cilik, kompetisi entrepreneurship muda syariah, lomba kesenian daerah islami, serta lomba kaligrafi. Selain di Malang, agenda serupa juga digelar di Kediri dan Jember. Para pemenang lomba akan mewakili provinsi Jatim dalam ISEF 7-11 November. (c3/dik)