KOTA BATU – Pemotongan pohon rawan tumbang di musim hujan terus berlanjut. Kemarin (13/11), giliran pohon di Jalan Pattimura yang jadi sasaran. Pohon angsana berdiameter 15 sentimeter merupakan pohon ke-21 yang dipotong petugas Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Sebelumnya, sebanyak 20 pohon kering dan mati sudah ditebang.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan dan Pemeliharaan Drainase Perkotaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu Agung Kuntoro menuturkan, pemotongan pohon itu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Sebab, bila pohon yang rawan tumbang dibiarkan, itu akan membahayakan pengguna jalan. ”Jika tidak dipotong, pohon yang sudah kering dan mati itu bisa membahayakan,” kata dia.

Menurutnya, jika ada pohon rawan tumbang tapi tetap dibiarkan, maka pemerintah yang salah. Sebab, itu merupakan sebuah kelalaian, karena sudah mengetahui ada pohon rawan tumbang tapi dibiarkan.

Agung menjelaskan, pemotongan pohon rawan tumbang itu tidak dilarang. Pemotongannya diperbolehkan sebagaimana telah diamanatkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Batu Nomor 44 Tahun 2017 tentang Izin Penebangan Pohon.

Dia mengatakan, beberapa pohon yang sudah kering dan mati akan dipotong. Sebenarnya, lanjut Agung, pohon mati itu masuk dalam area pekerjaan Bina Marga Provinsi Jawa Timur (Jatim). Pihaknya pun sudah berkirim surat ke Pemprov Jatim. Namun, karena sudah membahayakan, pihak pemprov memberi lampu hijau bagi Pemkot Batu untuk menebang pohon tersebut.

Dia menambahkan, sejak Juni lalu, kurang lebih sudah ada 20 pohon kering dan mati yang ditebang. Meski begitu, masih ada sejumlah pohon yang akan ditebang. Penebangan itu juga tidak dilakukan dengan asal-asalan. ”Kalau masih hidup, ya tidak boleh. Harus ada berita acaranya, ada aturannya. Tentu kami juga tidak berani,” kata dia.

Pasca penebangan pohon, lokasi tersebut langsung ditanami pohon baru. Pohon angsana itu diganti dengan pohon sukun. Biasanya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu yang melakukan penanaman pohon. (adk/c1/yak)