MALANG KOTA – Terkait pemangkasan misi Wali Kota Malang Moch Anton, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013–2018, Bambang Triyoso menyatakan, awalnya pansus mencurigai rencana eksekutif mengubah sembilan misi itu menjadi lima misi.

”Awalnya ragu. Namun, karena dia (Anton) menjalankan instruksi Kementerian dan memperbaiki Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), kami menyetujuinya,” kata Bambang.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sudah membahas bersama anggota pansus dan menuntaskannya. Sejak awal pembahasan, Bambang memelototi satu per satu dari kelima poin hasil perubahan itu. ”Hari Senin (13/11), akan ada jawaban dari masing-masing fraksi,” katanya.

”Kita lihat saja apakah ada fraksi yang tidak menyetujuinya?” tambah anggota Komisi B (Bidang Ekonomi dan Keuangan) DPRD Kota Malang tersebut.

Sementara itu, dosen Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Lutfi J. Kurniawan menyatakan, selama ini dia belum mengetahui ada pemimpin yang mengubah misinya di tengah jalan. Sebab, misi yang tercantum dalam RPJMD merupakan cita-cita yang diwujudkan dalam satu masa kepemimpinan.

”Prinsipnya, tidak masalah mengubah misi di tengah jalan. Tapi, harus ada penjelasan kepada publik,” katanya.

Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) itu khawatir jika perubahan misi tidak dibarengi penjelasan, masyarakat akan bertanya-tanya. ”Argumentasinya apa? Kok mengubah misinya (sebelum masa jabatan wali kota berakhir),” kata Lutfi.

Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PP Otoda) Universitas Brawijaya Ngesti Dwi Prasetyo juga menyorot perubahan misi sebelum jabatan wali kota berakhir. Menurut dia, revisi itu tidak melanggar hukum. Namun, melanggar kontrak kerja yang tertuang dalam draf RPJMD.

”Melakukan perubahan RPJMD saat menjalankan setengah periode (2 tahun 6 bulan) di pemerintahan tidak masalah. Tapi, perubahan ini dilakukan di ujung (hampir masa jabatan berakhir), seolah-olah ingin melakukan pencintraan gaya baru,” kata dia.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Layout: Yudho Asmoro