MALANG KOTA – Aksi memarut kelapa secara masal menandai dibukanya event Malang Tempo Doeloe (MTD) di Jalan Ijen kemarin (12/11) sekitar pukul 07.00. Memarut kelapa bersama-sama yang diberi nama Festival Klapa Jadi Apa ini diikuti 3.000 orang.

Mereka terdiri dari para pejabat seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof Muhadjir Effendy MAP, Wali Kota Malang Moch. Anton, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim, Kapolres Malang AKBP Hoiruddin Hasibuan, anggota DPRD Kota Malang Yaqud Ananda Gudban, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur Sri Untari, hingga Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Malang Dewi Farida Suryani yang duduk di panggung, tepatnya di bundaran Simpang Balapan.

Lalu, di depan panggung MTD, ada sekitar 3.000 orang memakai busana jadul yang juga ikut serta memarut kelapa. Pada awalnya Anton terlihat gugup memarut kelapa, sementara pejabat lainnya begitu luwes dan bersemangat hingga menghasilkan parutan yang banyak.

Istri Wali Kota Malang Umi Dewi Farida Suryani pun tak mau kalah. Dia terlihat cepat dalam memarut dan menunjukkan kepada awak media jika bisa menghasilkan parutan kelapa yang banyak.

Sementara itu, Wali Kota Malang Moch. Anton sangat bangga dengan MTD ini karena menjadi momentum yang tepat untuk mengenang sejarah di Kota Malang. ”Terima kasih kepada semua pihak sehingga MTD pada tahun ini bisa berjalan dengan lancar,” kata pria yang juga pengusaha tersebut.

Dia menambahkan, untuk tahun berikutnya, MTD bisa dihelat lagi dengan lebih baik sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Malang. Juga menambah penghasilan bagi banyak pedagang di MTD. ”Kami berharap, MTD bisa menyapa warga dan wisatawan kembali sehingga tidak vakum,” tutupnya.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono