Sutiaji di The Malang Marathon 2018.

MALANG KOTA – The Malang Marathon 2018 tak hanya menjadi ajang bagi para pelari untuk meraih prestasi. Tapi, juga kental nuansa sport tourism-nya, di mana para peserta bisa menjadikan The Malang Marathon 2018 sebagai ajang rekreasi.

Itu bisa dilihat dari wajah-wajah para pelari begitu memasuki garis finis. Meski tak meraih juara, atau catatan waktunya tak sesuai ekspektasi, mereka tetap tersenyum lega. Apalagi, ketika berhasil finis, peserta mendapatkan medali berdesain menarik, dengan gambar Alun-Alun Tugu Kota Malang.

Sebelumnya, sejak start, para peserta bisa menikmati berlari di jalanan Kota Malang yang dibuat steril. Sebuah momen yang tidak setiap hari bisa dilakukan.

Pemandangan eksotis lanskap Kota Malang pun dinikmati para peserta. Mulai dari Kampung Warna-Warni Jodipan dengan latar belakang langit-langit kala fajar hingga Gereja Ijen di Ijen Boulevard.

Para peserta juga mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat di sejumlah rute yang dilalui. Seperti di depan Rumah Makan Ayam Goreng Pemuda. Sedikitnya, ada 50 siswa-siswi SMP Katolik Mardi Wiyata yang menyambut peserta The Malang Marathon 2018 dengan permainan angklung. Para siswa juga membawa bendera-bendera peserta dari berbagai negara.

Adapun beberapa peserta The Malang Marathon 2018 mengenakan kostum unik saat perlombaan berlangsung. Vivo Vona misalnya, peserta asal Jakarta, yang mengikuti kategori 21K Open Female.

Peserta nomor 1693 ini tak mengenakan jersey The Malang Marathon 2018 seperti kebanyakan kontestan lainnya. Sebaliknya, dia memilih mengenakan atasan kebaya pink dipadukan dengan jaring colorful.

”Biar seru saja,” ujar Vivi, lalu tersenyum, sesaat setelah mencapai garis finis.

Sementara itu, Puteri Indonesia 2002 Melanie Putria menyebut bahwa The Malang Marathon 2018 memang event yang komplet.

”Ini media yang disediakan buat para pelari atau masyarakat yang mencintai olahraga lari. Selain mencari prestasi, mereka bisa merasakan indahnya Kota Malang,” kata Melanie yang didapuk menjadi MC The Malang Marathon 2018 ini.

Pewarta: Moh Badar
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono