KPU Tetapkan DPS Kota Malang 610.956 Jiwa

MALANG KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang mencoret 19 bakal calon legislatif (bacaleg) kemarin. Ini karena saat verifikasi terakhir, mereka tidak bisa menyerahkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani. Padahal, ini salah satu yang wajib disetorkan ke KPU. So, 19 bacaleg ini boleh dibilang sudah gugur sebelum berperang di arena Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Sejumlah 19 bacaleg itu berasal dari semua partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 mendatang. Baik parpol kecil, menengah, maupun besar. Dengan kondisi ini, secara otomatis, perebutan kursi parlemen lebih ringan dibandingkan sebelumnya. Di mana sebelumnya minimal harus ”menyingkirkan” 13 bacaleg lain untuk duduk di kursi parlemen. Namun, saat ini, bacaleg minimal harus ”menyingkirkan” 11–12 bacaleg lain. Sedangkan jumlah bacalegnya mencapai 533 orang yang masuk daftar calon sementara bacaleg.

Ketua KPU Kota Malang Zaenudin membenarkan informasi tersebut. Menurut dia, memang ada sejumlah bacaleg yang tidak lolos pada verifikasi kedua setelah perbaikan berkas. ”Iya, benar (ada 19 bacaleg gugur lagi, Red). Tapi pengumuman detailnya nanti, sesuai tahapan,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Seperti diketahui, waktu perbaikan tersebut pada 22–31 Juli lalu. Sedangkan jumlah partai politik (parpol) yang menjadi peserta pileg tahun depan ada 14 parpol. Sejumlah parpol tersebut juga sudah mendaftarkan bacalegnya pada 4–17 Juli lalu. Sementara sebagian besar bacaleg harus memperbaiki persyaratan berupa surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta surat keterangan bebas narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain itu, persaingan dalam perebutan kursi parlemen juga lebih ringan dibandingkan sebelumnya.

Zaenudin menambahkan, kemarin pihaknya masih proses melaporkan ke KPU Provinsi terkait data tersebut. Hal ini dilakukan agar data tersebut bisa lebih valid saat penetapan pada 12–14 Agustus mendatang. ”Ditunggu saja, saya masih di provinsi menyampaikan hasilnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia juga masih enggan membeberkan parpol apa saja yang bacalegnya tidak lolos tersebut. Namun, secara garis besar merata, yaitu dari kalangan parpol papan atas, menengah, dan bawah. ”Nanti sajalah (detailnya). Sesuai tahapan,” ungkap alumnus UMM ini.

Hanya saja, masih kata dia, persyaratan yang tidak terpenuhi 19 bacaleg tersebut beragam. Yaitu surat keterangan sehat jasmani-rohani, surat bebas narkoba, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), dan surat keterangan tidak pernah dipidana dari pengadilan. ”Banyak yang nggak terpenuhi. Ada yang kurang SKCK, sehat jasmani-rohani, bebas narkoba, dan dari pengadilan,” terangnya.

Pewarta: Imam Nasrodin
Editor: Amalia
Penyunting: abdul Muntholib