Sekitar pukul 12.30 WIB, sebanyak 14 anggota dewan tiba di Stasiun Pasar Turi. Rombongan dipimpin Sigit Sosiantomo. Mereka disambut beberapa pejabat utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI Daerah Operasional (Daops) 8 Surabaya.

Berdasar pantauan JawaPos.com, Sigit terlihat memantau perlengkapan operasional stasiun. Seperti papan pengumuman, kondisi loket, ruang customer service, mesin pencetak tiket, sampai naik ke dalam rangkaian kereta api Ambarawa jurusan Pasar Turi-Semarang Poncol.

Secara umum, anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai kesiapan Pasar Turi sudah bagus. “Secara umum siap semua. Hanya ada beberapa catatan, seperti mesin cetak tiket yang perlu ditambah. Tadi saya lihat cuma satu mesin,” ujar Sigit.

Sigit menambahkan, KA mau tidak mau memang harus siap menyambut liburan Natal dan Tahun Baru. Meletusnya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali menyebabkan transportasi udara ditutup. Hal itu berdampak pada meningkatnya penumpang yang beralih menggunakan KA.

Menurut catatan yang didapat Komisi V, lonjakan penumpang di Pasar Turi mencapai 5 persen. “Yang terpenting adalah kenyamanan penumpang. Semua petugas harus siap, 24 jam on call nggak boleh tidur,” tambah Sigit.

Terkait kondisi Gunung Agung, Komisi V sudah menerima informasi dari BMKG. Laporan terkini menyebutkan bahwa angin mengarah dari Barat ke Timur. “Insya Allah tidak akan berpengaruh ke Surabaya. Jadi pelayanan kereta api bisa optimal,” lanjutnya.

Selain perlengkapan operasional, Sigit juga mengecek SDM yang ada di Stasiun Pasar Turi. Petugas yang ada menurutnya sudah siap. Mereka juga sudah dibekali dengan kemampuan bahasa Inggris.

Selepas dari Stasiun Pasar Turi, rombongan melanjutkan inspeksi ke Pelabuhan Tanjung Perak. Mereka meninjau kesiapan kapal penumpang antar pulau yang jadi andalan saat jadwal pesawat terganggu dengan kondisi Gunung Agung.


(did/JPC)