MALANG KOTA – Gong perebutan suara pemilih di Pilwali (Pemilihan Wali Kota) Malang 2018 mulai ditabuh. Setelah pemilihan nomor urut tadi malam (13/2), mulai besok (15/2) dibuka masa kampanye. Para calon sudah bersiap-siap merebut hati akar rumput.

Pasangan Moch. Anton-Syamsul Mahmud (Asik) akan menggelar kampanye yang mengena pada pemilih tradisional. Salah satu yang akan didengungkan adalah tagar #kolemabah. Ketua tim pemenangan pasangan Asik Arief Wahyudi menyatakan, dari tagar itu, pihaknya berharap pemilih tradisional bisa digaet. ”Kegiatan itu nanti kami lakukan dalam kampanye. Bukan untuk menyasar, tapi pemilih tradisional memang sudah tergabung dalam agenda itu,” ucapnya kemarin (13/2).

Bahkan, Arief menyatakan, tercatat ada 25 ribu untuk jamaah Jumat Legian. Selain itu, Abah dan Syamsul akan turun kampanye langsung kepada masyarakat dua minggu sekali. Mereka akan menyambangi  57 kelurahan yang ada. Selama ini, dia menyatakan, kelurahan sudah menjadi basis pria yang akrab disapa Abah Anton tersebut. ”Kalau sudah cuti, Abah dan Syamsul akan turun sendiri,” bebernya.

Dia menyatakan, timnya sudah mendata 100 relawan dari 57 kelurahan yang ada. Jika dihitung, ada 5.700 relawan yang sudah terkumpul untuk pemenangan Asik. Massa itu di luar dukungan partai pengusung, yaitu PKB, PKS, dan Gerindra. Juga di luar massa pendukung, yaitu Perindo. Bahkan, dari penghitungan timses, Arief menyatakan, sudah ada 10.000 relawan yang bergabung dengan Asik. ”Sasarannya tentu semua kalangan. Kami sudah memiliki strategi sekmentasi. Mulai dari anak muda hingga kalangan ibu-ibu,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shiddiq
Penyunting : Irham Thoriq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto : Rubianto